Blitar, serayunusantara.com — Masalah sulit tidur atau insomnia kini menjadi keluhan yang semakin umum ditemukan, terutama bagi kelompok usia produktif di Blitar.
Paparan cahaya biru (blue light) dari gawai serta beban pikiran yang dibawa ke tempat tidur sering kali menjadi penyebab utama mata tetap terjaga hingga dini hari.
Jika dibiarkan, insomnia dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hidup secara signifikan.
Setyo Wahono, seorang praktisi terapi relaksasi dan kesehatan di Blitar, membagikan metode Sleep Hygiene sebagai solusi alami mengatasi gangguan tidur.
“Langkah pertama adalah mengatur jadwal tidur yang konsisten setiap hari, termasuk di hari libur. Hindari menggunakan ponsel minimal satu jam sebelum tidur karena cahayanya menekan produksi hormon melatonin yang berfungsi memicu rasa kantuk,” ujar Setyo saat ditemui di ruang terapinya.
Setyo juga menyarankan penggunaan teknik pernapasan 4-7-8 untuk menenangkan sistem saraf yang tegang.
“Tarik napas 4 detik, tahan 7 detik, dan buang perlahan selama 8 detik. Ini sangat efektif untuk ‘mematikan’ pikiran yang berisik di malam hari,” jelasnya.
Seorang warga Blitar, Indah (28), yang pernah berjuang melawan insomnia, mengaku metode ini sangat membantu.
“Dulu saya sering begadang sampai jam 3 pagi. Setelah mencoba mengatur suhu kamar tetap sejuk dan berhenti main HP sebelum tidur, sekarang jam 10 malam saya sudah bisa tidur pulas tanpa bantuan obat tidur,” tutur Indah. (Fis/Serayu)







