Blitar, serayunusantara.com — Suasana tenang di Desa Kebunduren, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar mendadak berubah menjadi kepanikan.
Warga setempat digemparkan dengan penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar, yakni tergantung di dalam kediamannya pada awal Januari 2026 ini.
Kejadian ini pertama kali diketahui oleh pihak keluarga yang merasa curiga karena korban tidak kunjung keluar rumah atau memberikan respons saat dipanggil.
Setelah dilakukan pengecekan ke dalam ruangan, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Pihak keluarga yang terkejut langsung melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa setempat, yang kemudian diteruskan ke Polsek Ponggok dan tim medis.
Sutrisno (49), salah seorang tetangga korban, mengaku sangat terkejut dengan kabar tersebut karena selama ini korban dikenal sebagai sosok yang cukup tertutup namun tidak menunjukkan tanda-tanda yang mencurigakan.
“Selama ini sepertinya biasa-biasa saja, namun memang beberapa waktu terakhir jarang terlihat berkumpul di luar,” ungkapnya saat ditemui di sekitar lokasi kejadian, Selasa (06/01/2026).
Pihak kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan identifikasi awal bersama petugas kesehatan.
Berdasarkan pemeriksaan medis luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban, sehingga kuat dugaan peristiwa ini murni merupakan tindakan mengakhiri hidup sendiri.
Pemerintah desa dan pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk lebih peduli dan peka terhadap kondisi mental kerabat maupun tetangga sekitar.
Adanya komunikasi yang baik diharapkan dapat menjadi deteksi dini guna mencegah terjadinya peristiwa serupa di masa mendatang.
Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman setelah mereka menyatakan menerima musibah ini sebagai takdir. (Fis/Serayu)
Catatan: Informasi ini ditujukan untuk pemberitaan. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan membutuhkan bantuan layanan kesehatan mental, silakan hubungi puskesmas, rumah sakit terdekat, atau layanan darurat kesehatan jiwa.







