Blitar, serayunusantara.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sebagian besar wilayah Jawa Timur.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena angin kencang yang diperkirakan akan berlangsung hingga akhir bulan, tepatnya 30 Januari 2026.
Kondisi atmosfer menunjukkan adanya peningkatan kecepatan angin yang dapat memicu kerusakan fisik maupun gangguan aktivitas luar ruangan.
Pihak BMKG menjelaskan bahwa peningkatan kecepatan angin ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer musiman yang cukup signifikan di wilayah selatan Indonesia.
Selain angin kencang, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir.
Hal ini berisiko menyebabkan pohon tumbang, kerusakan pada papan reklame, hingga peningkatan gelombang laut di wilayah pesisir Jawa Timur.
Widodo (49), seorang pengendara yang kerap melintasi jalur antar-kota, mengaku mulai lebih berhati-hati setelah mendengar peringatan ini.
Baca Juga: Blitar Diguncang Gempa: Magnitudo 4,7 Getarkan Wilayah Jatim, Warga Diimbau Tetap Tenang
“Kalau cuaca sudah terlihat mendung dan angin mulai kencang, lebih baik segera berteduh di bangunan yang kokoh. Jangan sekali-kali berteduh di bawah pohon besar atau baliho tinggi karena sangat berisiko roboh,” pesannya kepada sesama warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur kini telah disiagakan untuk melakukan langkah mitigasi, termasuk pemangkasan dahan pohon yang dinilai rawan tumbang.
Masyarakat diimbau untuk rutin mengecek kondisi atap rumah dan memastikan tidak ada benda-benda di area balkon yang mudah terbang tertiup angin.
BMKG terus memperbarui data prakiraan cuaca secara berkala. Masyarakat diharapkan tetap memantau kanal informasi resmi agar dapat melakukan persiapan yang diperlukan dalam menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem selama sepekan ke depan. (Fis/Serayu)







