15 Ribu Ekor Ayam Hangus Akibat Ledakan Pemanas di Kota Batu

Batu, serayunusantara.com Keheningan pagi di Dusun Dresel, Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, pecah oleh kobaran api yang melalap peternakan ayam milik Sucipto Silet pada Selasa (10/2/2026).

Insiden memilukan yang terjadi tepat di Jalan Jalibar sekitar pukul 04.00 WIB ini mengakibatkan kerugian finansial yang sangat besar, yakni mencapai angka Rp1 miliar setelah tiga bangunan kandang ludes tak bersisa.

Ayam-ayam yang menjadi korban dalam peristiwa ini merupakan bibit muda yang baru berumur sekitar 15 hari. Kecepatan api merambat disebabkan oleh material bangunan yang mayoritas mudah terbakar serta keberadaan sistem pemanas gas di dalam area peternakan.

Dari total enam unit kandang yang berdiri di lokasi, separuhnya hancur menjadi abu, sementara sisanya berhasil diselamatkan dari amukan si jago merah.

Baca Juga: BAPANAS dan Tim Gabungan Gelar Inspeksi Pangan di Pasar Induk Among Tani Kota Batu

Putra dari pemilik peternakan, Otto Sugianto, membeberkan skala kehilangan yang dialami keluarganya. Ia merinci bahwa dari populasi puluhan ribu ekor, sepertiganya tidak tertolong.

“Total ada 45 ribu ekor ayam. Yang berhasil diselamatkan sekitar 30 ribu ekor. Sisanya, 15 ribu ekor mati terbakar. Kerugian kami perkirakan sekitar Rp1 miliar,” ujar Otto.

Indikasi awal menunjukkan bahwa petaka ini bermula dari masalah teknis pada sistem pemanas. Kebocoran pada tabung LPG yang digunakan untuk menjaga suhu kandang diduga memicu ledakan, yang kemudian dengan cepat menyambar ke seluruh penjuru bangunan.

Baca Juga: BAPANAS dan Tim Gabungan Gelar Inspeksi Pangan di Pasar Induk Among Tani Kota Batu

Meskipun ada tujuh orang penjaga yang berjaga di lokasi dan sudah berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, tenaga mereka kalah cepat dengan eskalasi api yang terus membesar.

Upaya pemadaman dilakukan secara masif dengan melibatkan puluhan personel dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu, dibantu oleh pihak kepolisian, perangkat desa, serta warga setempat yang bahu-membahu menjinakkan api.

Kepala Damkarmat Kota Batu, Agung Sedayu, mengonfirmasi bahwa pihaknya mengerahkan kekuatan penuh guna mengatasi situasi darurat tersebut dengan total 21 personel dari dua tim berbeda.

“Tujuh armada yang kami turunkan terdiri dari satu unit Gajah 3, Gajah 4, dan Gajah 2, satu unit komando, satu unit rescue, serta dua unit suplai air, yakni suplai kuning dan suplai putih,” jelas Agung.

Setibanya di lokasi setelah menerima laporan tepat pukul 04.00 WIB, prioritas utama petugas adalah memutus jalur api agar tidak merembet ke tiga kandang lainnya. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan prosedur pembasahan secara intensif hingga situasi benar-benar terkendali.

“Pembasahan penting dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa dan mencegah kebakaran susulan. Proses pemadaman hingga investigasi dinyatakan aman sekitar pukul 07.20 WIB,” tambahnya. (dani/ha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *