Bekasi, serayunusantara.com – Melansir dari laman Kemendag RI, Menteri Perdagangan, Budi Santoso melepas ekspor produk baja berupa welded beam berdaya saing tinggi ke Selandia Baru yang berlokasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15 Jan). Produk yang diekspor senilai USD 1,5 juta atau setara Rp24,3 miliar dengan volume 1.210 metrik ton.
Pelepasan ekspor ke Selandia Baru hari ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok produk besi dan baja terbesar ke-7 di dunia dengan nilai ekspor mencapai USD 28,41 miliar.
Sektor besi dan baja juga menduduki peringkat kedua sebagai produk ekspor nonmigas andalan Indonesia pada Januari—September 2024 dengan kinerja yang cukup positif. Rata-rata pertumbuhan tahunan ekspor tersebut sebesar 38,79% selama lima tahun terakhir.
Mendag Budi mengatakan bahwa ekspor baja ke Selandia Baru merupakan bukti bahwa baja produksi Indonesia telah memiliki kualitas yang diakui dunia. Untuk itu, Kemendag terus mendorong peningkatan ekspor baja nasional, termasuk perluasan pasar ekspornya. Melalui skema ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Agreement (AANZFTA), Indonesia dapat memanfaatkan tarif 0% untuk ekspor produk baja Indonesia ke Selandia Baru.
Baca Juga: Mendag Menghadiri Peluncuran Festival Bangun Desa
Tidak hanya mendorong perluasan pasar ekspor melalui pemanfaatan perjanjian dagang, Kemendag juga memberikan berbagai fasilitasi promosi dagang bagi pelaku usaha baja nasional. Hal tersebut dilakukan melalui pameran dagang sektor bahan bangunan maupun misi dagang dan B2B Match Making dengan pembeli luar negeri.
Acara pelepasan ekspor ini turut dihadiri oleh Presiden Direktur PT GRP, Fedaus; Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur, Dewi Rokhayati; Kepala Biro Humas, M. Rivai Abbas; dan Penjabat Bupati Bekasi, Dedy Supriyadi.***