Blitar, serayunusantara.com — Tingginya intensitas hujan belakangan ini mengharuskan para pengendara sepeda motor untuk lebih waspada terhadap kondisi kendaraannya.
Air hujan yang mengandung zat asam dan kotoran jalanan dapat masuk ke celah-celah mesin dan menyebabkan kerusakan jika tidak segera ditangani.
Terdapat tiga komponen krusial yang harus diperhatikan agar motor tidak mogok.
Pertama, area busi dan kabel pengapian. Pastikan tutup busi (cop busi) dalam kondisi rapat dan tidak retak agar air tidak masuk dan menyebabkan arus pendek.
Kedua, filter udara. Area ini sangat sensitif; jika air masuk ke dalam filter, mesin bisa mati mendadak karena gangguan udara yang masuk ke ruang bakar.
Baca Juga: Hemat Biaya dan Waktu, Ini Tiga Tips Efektif Cuci Motor di Rumah agar Bersih Maksimal
Ketiga, rantai atau area transmisi CVT. Untuk motor manual, lumasi rantai secara rutin karena air hujan membuat pelumas cepat hilang. Untuk motor matic, pastikan bak CVT tidak terendam atau kemasukan air saat melibas genangan.
Seorang mekanik bengkel di Blitar, Nanang (42), menyarankan untuk segera mencuci motor setelah terkena hujan.
Ia mengatakan, jangan biarkan air hujan mengering di mesin. Sisa kotoran itu bisa menyumbat dan merusak sensor-sensor elektronik.
“Minimal bilas dengan air bersih di bagian pengapian agar kotoran luruh,” ujar Nanang. (Fis/Serayu)







