Bojonegoro, serayunusantara.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus melakukan penataan wilayah guna meningkatkan kenyamanan masyarakat dengan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan. Salah satu langkah yang direncanakan adalah pembangunan lima taman perbatasan yang akan difungsikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) sekaligus wajah baru Bojonegoro di kawasan perbatasan dengan kabupaten tetangga.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menjelaskan bahwa pembangunan taman perbatasan tidak hanya bertujuan memperindah wilayah, tetapi juga menjadi simbol keterbukaan dan keramahan masyarakat Bojonegoro terhadap para pendatang. Selain itu, keberadaan taman tersebut diharapkan dapat menambah luasan RTH melalui penanaman pohon guna menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus mempercantik pintu masuk kabupaten agar tampil lebih ikonik dan representatif.
“Taman perbatasan ini menjadi simbol kebanggaan bersama, sekaligus wujud pemerataan pembangunan hingga wilayah terluar Bojonegoro,” ujar Bupati Setyo Wahono, Jumat (2/1/2025).
Adapun lima lokasi taman perbatasan yang direncanakan meliputi kawasan Gondang–Nganjuk, Margomulyo–Ngawi, Kedungadem–Lamongan, Padangan–Cepu, serta Baureno–Babat.
Baca Juga: Keluarga Miskin Penerima Bansos di Bojonegoro Rumahnya Ditempeli Stiker
Bupati Wahono juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kebersihan serta merawat fasilitas yang ada di taman-taman tersebut. Menurutnya, partisipasi warga sangat penting untuk menunjukkan bahwa Bojonegoro merupakan daerah yang bersih, indah, dan membanggakan.
Melalui pembangunan lima taman perbatasan ini, Bojonegoro diharapkan tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil minyak dan gas, tetapi juga sebagai kabupaten yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan serta kenyamanan ruang publik.







