Nganjuk, serayunusantara.com – Pemerintah Kabupaten Nganjuk menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital melalui penguatan infrastruktur hingga tingkat desa.
Hal itu disampaikan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi saat menghadiri Forum Perangkat Daerah (FPD) Penyusunan Rencana Kerja 2027 yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk di Ruang Rapat Dinas PUPR, Senin (9/2/2026).
Dalam forum tersebut, Marhaen menegaskan bahwa digitalisasi kini menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi sekadar pilihan. Transformasi digital dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat daya saing ekonomi daerah, serta menyesuaikan dengan perubahan perilaku masyarakat.
Ia menetapkan empat pilar utama sebagai dasar pembangunan digital Kabupaten Nganjuk dalam Renja 2027, yakni Infrastruktur Digital, Pemerintah Digital, Masyarakat Digital, dan Ekonomi Digital.
Baca Juga: Tak Lagi Terima TPP, Ratusan Guru PPPK Paruh Waktu Tulungagung Wadul DPRD
Pada pilar Infrastruktur Digital, Marhaen menginstruksikan pemerataan pembangunan jaringan fiber optik, Wi-Fi publik, serta pemasangan CCTV hingga ke desa, sekolah, dan balai desa. Infrastruktur tersebut dinilai strategis untuk mendukung Kawasan Ekonomi Nganjuk sekaligus menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan jaringan dan CCTV bukan semata proyek pembangunan, melainkan kebutuhan untuk memberikan kepastian dan keamanan, terutama di kawasan ekonomi.
Sementara pada pilar Pemerintah Digital, Marhaen mendorong terciptanya birokrasi yang lebih efisien dan terintegrasi. Layanan publik diarahkan berbasis digital melalui pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan aplikasi Nganjuk Smart City, yang diperkuat dengan integrasi data lintas OPD melalui Nganjuk Satu Data.
Baca Juga: Panen Raya 40 Ribu Hektare di Nganjuk, Akankah Harganya Bakal Stabil?
Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur digital harus dibarengi dengan perubahan tata kelola pemerintahan. Digitalisasi layanan diharapkan mampu menghadirkan akses pelayanan publik yang mudah dan cepat bagi masyarakat.
Sebagai bentuk keseriusan, Marhaen bahkan melakukan pengecekan langsung kepada peserta FPD untuk memastikan aplikasi Nganjuk Smart City telah diunduh dan dimanfaatkan.
Pada pilar Masyarakat Digital, ia menyoroti pentingnya peningkatan literasi teknologi agar masyarakat tidak tertinggal. Program Tani Muda Digital melalui Omah Tandang di bawah naungan Diskominfo Nganjuk disebut sebagai salah satu upaya mengubah citra pertanian menjadi sektor modern yang menarik bagi generasi muda. (Fik/ha)







