Batu, serayunusantara.com – Guna mengantisipasi lonjakan harga yang kerap terjadi di ambang bulan suci Ramadan, Badan Pangan Nasional (BAPANAS) RI bersama tim terpadu melakukan pemantauan ketat terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Induk Among Tani, Kota Batu.
Langkah proaktif ini merupakan bentuk deteksi dini pemerintah agar dinamika harga di tingkat pedagang tetap terpantau dan terkendali sebelum permintaan masyarakat meningkat tajam.
Agenda peninjauan ini dipimpin oleh Puspa Dewi selaku Kepala Sub Bag Tata Usaha Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan BAPANAS RI.
Baca Juga: Peringati 1 Abad NU, Ada Bendera 1.000 Meter dan Tanam 1.000 Pohon di Kota Batu
Siinergi ini melibatkan jajaran lintas sektoral yang kuat, mulai dari aparat penegak hukum yang diwakili Kanit Tipidter Polres Batu, otoritas data dari BPS Kota Batu, hingga unsur pemerintah daerah seperti Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, UPT Pasar, serta pihak Bulog sebagai penyokong stok pangan nasional.
Dalam pengecekan di lapangan, ditemukan adanya pergerakan harga yang cukup dinamis pada beberapa jenis kebutuhan pokok. Pada komoditas beras, harga masih ditentukan oleh kualitas dan mereknya.
Beras program SPHP dijual di angka Rp60.000 per 5kg, sementara untuk beras kualitas premium seperti merek Lahap atau Pandan Alam, harganya berada di rentang Rp75.000 hingga Rp77.000 untuk ukuran kemasan yang sama.
Sektor hortikultura menjadi salah satu poin yang paling disorot, terutama cabai rawit merah yang harganya melonjak hingga menyentuh Rp90.000 per kilogram. Untuk bumbu dapur lainnya, bawang merah dan bawang putih rata-rata diperjualbelikan pada harga Rp28.000 sampai Rp35.000 per kilogram.
Sementara itu, untuk harga protein hewani terpantau cukup beragam; daging sapi bertahan stabil di angka Rp125.000 per kilogram, daging ayam pedaging di angka Rp40.000 per kilogram, dan telur ayam di kisaran Rp29.500 hingga Rp30.000 per kilogram.
Baca Juga: Harga Cabai Mulai Pedas di Blitar: Kado Pahit Bagi Emak-emak Menjelang Ramadan 1447 H
Beberapa rincian harga komoditas lainnya di Pasar Among Tani juga dicatat secara saksama. Minyak goreng jenis Minyakita dibanderol Rp15.700 per liter, sedangkan merek premium seperti Sunco berada di harga Rp41.000 per 2 liter.
Gula pasir dijual seharga Rp16.500 per kilogram, kedelai di kisaran Rp12.000 hingga Rp15.000 per kilogram, serta jagung pipilan kering di harga Rp8.000 per kilogram.
Setelah melakukan analisis terhadap kondisi pasar, Puspa Dewi menyimpulkan bahwa tren kenaikan harga ini disebabkan oleh dua faktor utama: tekanan psikologis pasar akibat meningkatnya permintaan menjelang bulan puasa serta adanya keterlambatan pengiriman pasokan dari pihak distributor.
“Adanya kenaikan harga pada beberapa poin komoditas dikarenakan faktor psikologis pasar mendekati puasa Ramadan dan kendala pasokan yang sedikit terlambat. Namun, koordinasi dengan Bulog dan dinas terkait akan terus diperkuat untuk memastikan stok tetap aman tersedia bagi warga Kota Batu,” ungkap Puspa Dewi, selaku Kepala Sub Bag Tata Usaha Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan BAPANAS RI, Rabu, 11 Februari 2026.
Ke depannya, kolaborasi antara Polres Batu dan pemerintah daerah akan semakin diperketat melalui pengawasan yang dilakukan secara berkala. (dani/ha)







