Blitar, serayunusantara.com – Kemajuan teknologi digital kini semakin memudahkan masyarakat dalam menjalankan ibadah rutin, termasuk membaca Al-Qur’an. Pada Rabu (18/2/2026), tren mengaji melalui aplikasi di ponsel pintar (smartphone) kian marak dilakukan oleh warga yang memiliki mobilitas tinggi, sehingga aktivitas spiritual tetap dapat terjaga di mana pun berada.
Kehadiran berbagai platform penyedia mushaf digital memungkinkan setiap orang untuk membaca dan mempelajari ayat suci tanpa harus membawa mushaf fisik yang besar. Fenomena ini menjadi solusi praktis bagi masyarakat modern yang ingin memanfaatkan waktu luang di sela-sela kesibukan luar ruang maupun saat sedang dalam perjalanan.
Hermawan, seorang warga yang rutin menggunakan aplikasi Al-Qur’an digital, mengungkapkan bahwa teknologi telah menghapus sekat penghalang dalam beribadah. Bagi dirinya, ketersediaan aplikasi tersebut membuat alasan untuk tidak mengaji karena sedang berada di luar rumah menjadi tidak relevan lagi.
“Sekarang sudah banyak sekali penyedia aplikasi Al-Qur’an di gadget. Hal ini menjadikan tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak mengaji meskipun sedang berada di luar ruangan atau saat bepergian,” ujar Hermawan saat ditemui di sela aktivitasnya, Rabu (18/2/2026) di Blitar.
Ia juga menambahkan bahwa fleksibilitas penggunaan ponsel pintar membuatnya bisa tetap terhubung dengan kitab suci di mana saja.
“Dulu mungkin kita bingung kalau ingin tadarus tapi tidak sedang membawa Al-Qur’an fisik, tapi sekarang semuanya sudah ada di dalam genggaman. Cukup buka HP, kita sudah bisa membaca ayat-ayat suci dengan mudah,” tambahnya dengan antusias. (Fin/Fis)


















