Jember, serayunusantara.com – Masuk bulan Ramadan, harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan cukup signifikan. Salah satunya daging ayam yang sempat menembus Rp42 ribu per kilogram.
Namun, menurut Devi, pedagang ayam di Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, kenaikan harga tersebut tidak diimbangi daya beli masyarakat.
“Harga memang naik, tetapi pembeli sedikit. Jadi dagangan lebih lama habis. Mungkin karena harga naik, pembeli menahan belanja,” ujarnya saat ditemui, baru-baru ini.
Memasuki awal puasa, harga daging ayam mulai berangsur turun menjadi sekitar Rp40 ribu per kilogram. Meski demikian, harga tersebut masih lebih tinggi dibandingkan hari biasa.
“Semoga beberapa hari ke depan kebutuhan masyarakat meningkat sehingga penjualan bisa kembali normal,” katanya.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Jember, Sartini, mengatakan kenaikan harga dipengaruhi berkurangnya suplai barang dan jumlah pedagang karena masih awal Ramadan.
Selain itu, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang mulai berjalan di Kabupaten Jember juga disebut ikut memengaruhi dinamika harga bahan pangan di pasaran.
“Tetapi, insyaallah minggu depan atau mulai besok pedagang sudah mulai banyak lagi. Insyaallah harga akan mulai stabil,” ujarnya, Jumat (21/2/2026).
Untuk komoditas cabai rawit merah, kenaikan harga dipicu banyak tanaman cabai yang mati serta curah hujan tinggi yang memengaruhi hasil panen.
Sementara itu, melemahnya daya beli masyarakat kemungkinan disebabkan harga pasar yang masih belum terjangkau. Berdasarkan pemantauan dinas, terdapat sekitar 14 komoditas yang mengalami kenaikan harga, terutama daging sapi, daging ayam, dan cabai.
“Cabai ini kenaikannya sangat tinggi. Kalau HET nasional kisaran Rp40 ribu sampai Rp57 ribu, tetapi di sini bisa tembus Rp100 ribu,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satgas Pangan guna memantau perkembangan harga. Pemerintah daerah juga akan menggelar operasi pasar melalui program pasar murah.
“Kami dari dinas akan melakukan operasi pasar melalui pasar murah,” pungkasnya. (suli)


















