Blitar, serayunusantara.com – Tradisi khataman Al-Qur’an terus menggema di berbagai masjid dan mushola di wilayah Blitar sepanjang bulan suci Ramadhan. Aktivitas religius ini menjadi pemandangan rutin yang dilaksanakan pada waktu-waktu utama, seperti usai salat Subuh, menjelang berbuka puasa, hingga setelah pelaksanaan salat tarawih sebagai upaya masif dalam mensyiarkan agama Islam.
Aktivitas tadarus berjamaah ini tidak hanya sekadar membaca ayat suci, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga. Dalam kurun waktu satu bulan penuh, target pencapaian bacaan biasanya dipatok minimal satu kali khatam 30 juz, namun tidak sedikit masjid yang mampu menyelesaikan hingga dua kali khataman penuh.
Alwi Jihan, seorang pemuda pengurus masjid di Blitar, mengungkapkan bahwa tradisi ini merupakan warisan turun-temurun yang sangat penting untuk menjaga syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Ini adalah tradisi turun-temurun untuk mensyiarkan Al-Qur’an lewat tadarus. Biasanya dalam satu bulan itu targetnya bisa selesai 30 juz, atau bahkan ada yang sampai khatam dua kali dalam sebulan,” papar Alwi saat ditemui di lokasi, Sabtu (21/2/2026).
Pemanfaatan waktu-waktu produktif selama Ramadan untuk melantunkan ayat suci dinilai mampu memberikan atmosfer positif bagi lingkungan sekitar. Melalui tradisi ini, masjid dan mushola juga bertransformasi menjadi pusat pendidikan karakter bagi generasi muda agar tetap dekat dengan kitab suci.
“Hal yang paling penting bagi kami adalah keterlibatan anak-anak yang ikut mengaji di sini. Mereka memang dicetak dan disiapkan untuk menjadi generasi penerus bagi umat Islam ke depannya,” pungkas pemuda pengurus masjid tersebut. (Fin/Fis)


















