Palembang, serayunusantara.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan memperkuat perannya sebagai simpul utama pengendalian arus mudik lintas Sumatera dengan menerapkan sistem pemetaan lalu lintas secara real time di 17 wilayah hukumnya.
Dalam rangkaian Operasi Ketupat Musi 2026, petugas berhasil menertibkan 143 truk Over Dimension Over Loading (ODOL) yang melintasi jalur strategis nasional.
Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran Jalur Lintas Timur (Jalintim) dan Lintas Tengah yang menjadi tulang punggung mobilitas pemudik antarprovinsi dari arah Lampung menuju Jambi, Sumatera Barat, hingga Riau.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, menegaskan bahwa penggunaan data akurat menjadi kunci utama dalam pengamanan tahun ini.
“Kita tidak lagi bekerja berdasarkan prediksi semata, tetapi berdasarkan data real time dari 17 Polres. Ini memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat di lapangan,” ujar Irjen Sandi, Jumat (20/3/2026).
Data terkini menunjukkan sebanyak 143 truk ODOL telah dikandangkan di sejumlah titik strategis guna mengurangi hambatan di jalur mudik. Penertiban terbesar terkonsentrasi di wilayah Polres Musi Banyuasin sebanyak 52 unit dan Polres Banyuasin sebanyak 50 unit.
Kedua wilayah ini merupakan jalur utama distribusi logistik nasional yang sekaligus menjadi rute terpadat pemudik.
Sementara itu, wilayah Polres Ogan Komering Ilir (OKI) tercatat sebagai salah satu titik dengan tekanan arus tertinggi. Di wilayah ini, terdapat tujuh titik rawan kemacetan yang mayoritas dipicu oleh aktivitas pasar tumpah di sepanjang Jalintim. Petugas juga telah menertibkan 30 kendaraan sumbu tiga di kawasan tersebut.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan informasi jalur ini dalam menyusun rencana perjalanan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya mudik, tetapi mudik dengan perencanaan. Gunakan jalur alternatif yang sudah kami siapkan agar perjalanan lebih aman dan nyaman,” jelasnya.
Secara keseluruhan, dari 17 wilayah yang dipantau, sepuluh wilayah dilaporkan dalam kondisi relatif lancar tanpa titik rawan signifikan. Namun, tujuh wilayah lainnya tetap menjadi fokus pengamanan intensif oleh personel di lapangan mengingat posisinya sebagai penghubung utama jalur darat di Pulau Sumatera.
Keberhasilan pengendalian arus di Sumatera Selatan menjadi faktor krusial dalam menjamin kelancaran mobilitas jutaan pemudik lintas provinsi selama perayaan Idul Fitri 1447 H. (Ko/serayu)



















