Jakarta, serayunusantara.com – Air mata Triyulianti seolah tak pernah kering setiap kali teringat empat buah hatinya yang masih kecil di rumah. Himpitan ekonomi memaksa perempuan tangguh ini menguatkan hati, menyusuri aspal jalanan sebagai pengemudi ojek online demi menjemput rezeki.
“Setiap hari saya harus meninggalkan anak saya yang masih umur tiga bulan,” ujarnya lirih di balik helm hijau yang melindungi wajah lelahnya, Selasa (24/3/2026).
Triyulianti tidak sendirian. Di sudut lain ibu kota, ada Novi, seorang pengemudi taksi yang berjuang dari subuh hingga larut malam demi masa depan anak semata wayangnya. Mereka adalah representasi dari jutaan perempuan Indonesia yang memanggul beban ganda: sebagai ibu sekaligus tulang punggung keluarga.
Di tengah perjuangan terjal para perempuan prasejahtera, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) hadir membawa solusi melalui program unggulan PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). Program ini dirancang bukan hanya sebagai penyedia akses permodalan tanpa agunan, tetapi juga sebagai ekosistem pemberdayaan karakter.
Baca Juga: Mensos Dorong 5 Juta KPM PKH di Jatim Bergabung dengan Koperasi Desa Merah Putih
Mekanisme utama yang menjadi kekuatan Mekaar adalah sistem tanggung renteng atau kelompok kecil. Setiap nasabah tergabung dalam kelompok minimal 10 perempuan di lingkungan yang sama.
Jika salah satu anggota menghadapi kendala usaha, anggota lain bersama Account Officer (AO) PNM akan saling membantu. Sistem ini terbukti efektif menumbuhkan disiplin, solidaritas, dan ketahanan usaha.
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menegaskan bahwa kehadiran PNM selama 26 tahun merupakan mandat negara untuk menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat prasejahtera.
“Selama 26 tahun PNM diberikan mandat oleh negara untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi kepada masyarakat Indonesia, khususnya prasejahtera,” kata Arief Mulyadi.
Senada dengan hal tersebut, EVP Pengembangan & Jasa Manajemen PNM, Razaq Manan Ahmad, dalam forum internasional menekankan pentingnya peran perempuan. “Stronger the women, stronger the nation. Perempuan merupakan motor penggerak utama dalam menciptakan kemajuan ekonomi dan sosial,” tegasnya.
Hingga Februari 2026, PNM telah mencatatkan capaian luar biasa:
* 22,9 Juta Nasabah: Melayani perempuan pelaku usaha ultra mikro.
* 60.250 Desa/Kelurahan: Jangkauan layanan di seluruh pelosok Indonesia.
* 73% Pembiayaan Berbasis Syariah: Menggunakan akad seperti murabahah, wakalah, dan wadiah sesuai fatwa DSN MUI.
Pencapaian ini menempatkan PNM sebagai salah satu lembaga pemberdayaan perempuan terbesar di dunia, melampaui berbagai institusi mikrofinansial global lainnya.
Melalui pendampingan mingguan, literasi keuangan, dan pelatihan keterampilan, PNM memastikan para perempuan seperti Triyulianti dan Novi tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga berdaya secara mandiri.
Bagi jutaan perempuan Indonesia, PNM Mekaar bukan sekadar pinjaman uang, melainkan jalan baru menuju martabat dan kesejahteraan keluarga yang lebih baik. (Ko/serayu)



















