Jatim, serayunusantara.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung titik banjir di Dusun Bandaran, Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Kamis (26/3/2026). Menggunakan perahu untuk menjangkau wilayah terisolasi, Gubernur memastikan keselamatan warga sekaligus mempercepat langkah taktis penanganan bencana di lapangan.
Banjir yang merendam sedikitnya 1.148 Kepala Keluarga (KK) di tujuh kecamatan di Pasuruan ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan hidrometeorologi serta luapan sejumlah anak sungai yang diperparah oleh fenomena pasang air laut.
Dalam kunjungannya, Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur telah menyiagakan 10 unit pompa air, enam milik Dinas SDA Provinsi Jatim dan empat milik Pemkab setempat, untuk menyedot genangan di pemukiman. Namun, operasional pompa mengalami kendala teknis karena ketinggian air sungai masih sejajar dengan daratan.
“Kendalanya, tinggi air di sungai saat ini sama dengan di daratan. Jadi, proses pemompaan baru bisa efektif menunggu air sungai surut. PR strategis jangka panjangnya adalah normalisasi anak sungai agar kanalisasi menuju laut lebih lancar,” jelas Khofifah.
Baca Juga: Polda Jatim Puji Keberanian Polisi Ini Amankan Petasan Berbahaya di Kota Blitar
Bencana ini juga berdampak signifikan pada sektor pertanian, di mana banyak lahan sawah yang dinyatakan gagal panen atau puso akibat rendaman air yang lama. Merespons hal tersebut, Khofifah menegaskan komitmen Pemprov Jatim untuk memberikan bantuan benih kepada para petani.
“Tadi bersama Dinas Pertanian Jatim sudah dilakukan pemetaan. Jika data sudah final dan dinyatakan puso, Dinas Pertanian Pemprov siap membantu benih agar petani bisa segera bangkit kembali,” tegasnya.
Baca Juga: PKC PMII Jatim Desak Usut Tuntas Aktor Intelektual Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Selain memastikan infrastruktur, Gubernur juga meninjau Dapur Umum di Kantor Kecamatan Rejoso yang mampu memproduksi 1.500 bungkus makanan siap saji per hari. Ia menekankan agar distribusi makanan dilakukan secara merata dengan kualitas yang tetap terjaga.
Momen hangat terjadi saat Khofifah berinteraksi dengan anak-anak di pengungsian. Sambil membagikan mainan, ia berupaya menghibur mereka guna mencegah trauma pascabencana. “Anak-anak harus tetap kita jaga keceriaannya. Mereka butuh rasa aman di tengah situasi sulit ini,” tuturnya.
Berdasarkan laporan BPBD Jatim per 26 Maret 2026, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Beji, Rejoso, Bangil, Winongan, Grati, Kraton, dan Gempol. Khofifah mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada karena meski memasuki akhir masa hidrometeorologi, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
“Ini perkiraan akhir hidrometeorologi sebelum kemarau panjang, jadi semua harus membangun kewaspadaan. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama kami,” pungkasnya. (Ko/serayu)



















