Jember, serayunusantara.com – Banjir melanda delapan kecamatan di Kabupaten Jember setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (12/2/2026) siang hingga malam. Sebanyak 3.944 kepala keluarga (KK) terdampak dan 299 warga terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut.
Kepala BPBD Jember sekaligus Kepala Pusdalops, Edy Budi Susilo, mengatakan banjir dipicu meningkatnya debit air di sejumlah sungai setelah hujan berintensitas tinggi berlangsung lebih dari 10 jam.
“Air mulai meluap ke permukiman warga sekitar pukul 18.00 WIB dan pada pukul 19.00 WIB ketinggian air mencapai sekitar 30 sentimeter hingga 2 meter di beberapa titik,” kata Edy melalui keterangan tertulis yang diterima, Jumat (13/2/2026).
Data BPBD mencatat delapan kecamatan terdampak, dengan wilayah paling parah berada di Kecamatan Rambipuji yang mencatat 3.210 KK terdampak. Disusul Kecamatan Bangsalsari sebanyak 316 KK, Kaliwates 199 KK, Balung 184 KK, Sukorambi 33 KK, serta Ajung dan Kalisat masing-masing di bawah 5 KK.
“Selain permukiman, banjir juga merusak infrastruktur. Tiga jembatan dilaporkan rusak atau putus, serta satu pondok pesantren terdampak genangan,” ungkapnya.
Kerusakan paling signifikan terjadi di Desa Suci, Kecamatan Panti, akibat jembatan putus. Sementara di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, jembatan gantung roboh dan akses jalan utama sempat lumpuh karena genangan air.
Sebanyak 299 warga mengungsi ke sejumlah titik darurat di Kecamatan Rambipuji, antara lain rumah warga, masjid, dan balai desa. BPBD bersama unsur gabungan juga mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan logistik warga terdampak.
“Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama TNI-Polri, relawan, dan unsur pemerintah daerah melakukan evakuasi warga, pembersihan material banjir, serta distribusi bantuan logistik sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari,” jelas Edy.
Dia memaparkan, banjir terjadi setelah adanya peringatan kewaspadaan cuaca ekstrem dari BMKG untuk periode 10-20 Februari 2026.
Curah hujan tinggi menyebabkan peningkatan debit air di sejumlah aliran sungai, antara lain Sungai Dinoyo, Kaliputih, Kalijompo, hingga aliran Sungai Bedadung.
Hingga Jumat (13/2/2026) pagi, tim gabungan yang melibatkan BPBD, TNI-Polri, relawan, serta Basarnas masih melakukan penanganan di lokasi terdampak, khususnya di Kecamatan Rambipuji yang menjadi prioritas. (suli)

























