Blitar, serayunusantara.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) secara resmi mematangkan strategi pengamanan jelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Persiapan komprehensif ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Operasi Lilin Semeru 2025 yang digelar di Aula Polres Kabupaten Blitar pada Selasa (15/12/2025).
Rapat tersebut menjadi penanda dimulainya penyusunan strategi pengamanan yang akan berfokus pada 21 titik rawan di seluruh wilayah Kabupaten Blitar.
Titik-titik ini meliputi pusat perbelanjaan, sejumlah gereja yang mengadakan ibadah malam Natal, serta lokasi-lokasi wisata utama yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa.
Bupati Blitar, Rijanto, menegaskan komitmen penuh Pemkab dalam sinergi pengamanan.
Baca Juga: Penambahan KA Jelang Nataru 2025-2026, Daop 7 Madiun Siapkan KA Brantas
ia mengatakan, pihaknya akan bersinergi penuh untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Blitar selama perayaan Nataru.
“Keberhasilan pengamanan ini memerlukan koordinasi yang solid antar instansi, dari kepolisian, TNI, hingga jajaran pemerintah daerah,” ungkap Bupati Rijanto.
Sementara itu, Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman, selaku sektor utama operasi, menjelaskan bahwa Operasi Lilin Semeru akan berlangsung selama 14 hari, dimulai dari tanggal 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
Aparat akan menerjunkan personel gabungan dalam jumlah signifikan, mendirikan posko terpadu, dan melaksanakan patroli dinamis.
“Kewaspadaan kolektif menjadi kunci. Kami mengimbau masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif. Laporkan setiap kejadian atau aktivitas mencurigakan kepada posko terdekat, baik itu potensi kriminalitas, kemacetan, maupun penyalahgunaan kembang api,” tambah Kapolres. (Fis/Serayu)













