Kediri, serayunusantara.com – Aspirasi warga khususnya petani di wilayah Kelurahan Tosaren Kecamatan/ Kota Kediri, Jawa Timur bak gayung bersambut.
Keluhan petani setempat akan adanya saluran irigasi yang biasa untuk mengairi sawahnya mendapat respon positif serta langsung dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah,(APBD) Kota Kediri tahun anggaran Perubahan di 2025 ini.
“Pelaksanaan rehab irigasi tersebut telah terlaksana tepat waktu dengan menelan anggaran kurang lebih Rp 80 juta,” terang Meri Oktavia Sulaiman, ST, MM Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Kota Kediri, Jumat (5/12/2025).
Dikatakannya, berawal dari aspirasi kelompok tani,(Poktan) Kelurahan Tosaren Kecamatan Kota yang berharap aliran air ke area persawahan kembali optimal.
“Mereka mengeluh karena pasokan air tersendat hingga harus menambah biaya untuk memompa air tanah agar tanamannya tetap aman sampai panen,” katanya.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Kediri pada Bidang Sumber Daya Air melaksanakan rehabilitasi saluran irigasi telah memantau pekerjaan ini yang pelaksanaannya mulai 7 November hingga 21 November 2025, dengan volume panjang perbaikan mencapai kurang lebih 100 meter.
Meri menegaskan rehabilitasi saluran ini bertujuan mengembalikan fungsi saluran irigasi serta meningkatkan daya tampung air agar distribusi ke lahan pertanian dapat berjalan optimal.
“Sebelumnya kondisi saluran banyak yang rusak sehingga pasokan air berkurang,” pungkasnya.
Meri bersama DPUPR Kota Kediri menegaskan kegiatan rehab termasuk agenda rutin dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan di Kota Kediri. (Samsul/ha)










