Aturan BGN Berubah: Target Satuan Pelayanan Pangan Bergizi di Kota Blitar Bakal Bertambah Jadi 30 Unit

Blitar, serayunusantara.com — Rencana penguatan gizi masyarakat di Kota Blitar dipastikan akan mengalami eskalasi besar. Menyusul adanya perubahan regulasi dari Badan Gizi Nasional (BGN), target pembangunan Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) di wilayah ini diperkirakan akan membengkak hingga mencapai 30 unit.

Penambahan ini dimaksudkan untuk memastikan jangkauan distribusi pangan sehat dan susu bagi anak-anak serta kelompok sasaran lainnya menjadi lebih merata hingga ke tingkat kelurahan, Jumat (06/02/2026).

Penyesuaian target ini menuntut Pemerintah Kota Blitar untuk bergerak lebih taktis dalam menyiapkan lahan, sarana prasarana, hingga koordinasi logistik.

SPPG sendiri diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang melalui intervensi gizi yang terukur dan berkelanjutan sesuai dengan standar nasional yang baru.

Ahmad (50), seorang warga yang aktif mengamati kebijakan publik, menilai penambahan kuota ini sebagai tantangan sekaligus peluang.

Baca Juga: Menu MBG di SPPG Kelurahan Kademangan Disoal: Ragu Nilai Rp10 Ribu, Pemda Tak Bisa Awasi

“Kalau unitnya ditambah jadi 30, otomatis layanannya jadi lebih dekat ke rumah warga. Untuk para orang tua, mari kita manfaatkan fasilitas ini dengan proaktif membawa anak-anak kita agar mendapatkan asupan gizi yang sudah disediakan negara,” tuturnya.

Data dinas terkait menunjukkan bahwa sebelumnya target unit pelayanan gizi tidak sebanyak ini. Namun, dengan adanya instruksi terbaru dari pusat, sinkronisasi anggaran dan pemetaan lokasi strategis menjadi agenda mendesak bagi Pemkot Blitar.

Langkah ini diharapkan tidak hanya memperbaiki angka kesehatan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui penyerapan bahan pangan dari petani dan peternak sekitar.

Melalui penambahan unit SPPG ini, Kota Blitar bersiap menjadi daerah percontohan dalam implementasi program gizi nasional yang inklusif, demi mencetak sumber daya manusia yang lebih tangguh dan kompetitif di masa depan. (Fis/Serayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *