Blitar, serayunusantara.com — Mengawali hari pertama di tahun 2026, wilayah Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, diterjang cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang.
Fenomena alam ini terjadi pada Kamis petang (01/01/2026), mulai pukul 17.00 hingga 19.00 WIB, yang mengakibatkan kepanikan warga serta gangguan arus lalu lintas akibat sejumlah pohon tumbang di jalur utama.
Gencarnya curah hujan yang turun selama dua jam tanpa henti tersebut membuat jarak pandang pengendara menjadi sangat terbatas.
Puncaknya, embusan angin kencang menyebabkan beberapa dahan besar dan pohon peneduh di pinggir jalan raya Srengat roboh.
Petugas dari BPBD Kabupaten Blitar bersama relawan dan aparat kepolisian setempat segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi menggunakan gergaji mesin guna membersihkan material pohon yang menutup akses jalan.
Budi (44), salah seorang warga yang tinggal di pinggir jalan raya Srengat, menceritakan detik-detik mencekam saat angin kencang melanda.
Baca Juga: Blitar Rawan Gempa, BPBD Ingatkan “5 Langkah Emas” Mitigasi Bencana Saat Getaran Terjadi
“Sekitar jam 6 petang tadi suaranya mengerikan, anginnya mutar-mutar disertai petir. Tiba-tiba ada suara ‘brak’, ternyata pohon depan rumah roboh menutupi separuh jalan. Beruntung saat kejadian tidak ada motor yang lewat tepat di bawahnya,” tuturnya saat ditemui di sela-sela proses evakuasi.
Meskipun intensitas hujan mulai mereda setelah pukul 19.00 WIB, dampak dari kejadian ini sempat menyebabkan kemacetan panjang di jalur yang menghubungkan Blitar dan Tulungagung tersebut.
Petugas juga melaporkan adanya gangguan jaringan listrik di beberapa titik akibat tertimpa dahan pohon, yang menyebabkan pemadaman sementara di pemukiman warga.
Pihak BPBD Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada selama masa puncak musim penghujan ini.
“Kami meminta warga untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat terjadi hujan angin. Cuaca di awal tahun ini memang cukup fluktuatif, jadi kewaspadaan mandiri sangat diperlukan,” tegas petugas di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih terus melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. (Fis/Serayu)












