Bondowoso, serayunusantara.com – Pemerintah Kabupaten Bondowoso resmi meluncurkan Indikasi Geografis (IG) Beras Sintanur Lembah Raung Bondowoso. Pengakuan ini diberikan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) sebagai bentuk pengesahan negara atas keunikan, reputasi, dan kualitas premium beras khas Bondowoso, Senin (29/12/2025).
Peluncuran IG tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian berbasis potensi lokal, baik di pasar nasional maupun internasional.
Bupati Bondowoso dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas capaian tersebut. Status Indikasi Geografis menegaskan bahwa Beras Sintanur yang dibudidayakan di kawasan Lembah Raung memiliki karakteristik khas yang tidak dimiliki daerah lain.
Ia menjelaskan, Indikasi Geografis merupakan pengakuan negara terhadap keunikan, kualitas, dan reputasi produk yang lahir dari perpaduan kondisi alam yang subur dengan kearifan lokal petani. Hal ini menunjukkan bahwa pertanian Bondowoso memiliki nilai strategis serta daya saing yang tinggi.
Beras Sintanur Lembah Raung dikenal memiliki aroma wangi alami, tekstur nasi yang pulen dengan cita rasa autentik, serta kualitas unggul yang berasal dari kesuburan tanah vulkanik Lembah Raung yang dikelola secara turun-temurun.
Baca Juga: DPRD Bondowoso Gelar Paripurna Bahas Perubahan APBD 2025
Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Bondowoso memberikan apresiasi kepada para petani Sintanur sebagai penjaga utama kualitas pangan, MPIG sebagai pihak yang konsisten mengawal proses sertifikasi, serta PT Samudra Indo Pangan sebagai mitra strategis dalam mendukung hilirisasi dan perluasan pemasaran.
Sertifikasi Indikasi Geografis ini tidak hanya menjadi label, tetapi juga memberikan perlindungan hukum terhadap keaslian produk. Dengan demikian, pemalsuan dapat dicegah dan kepercayaan konsumen semakin meningkat.
Pemkab Bondowoso memandang pengakuan ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sektor pertanian. Akses pasar diharapkan semakin luas, harga jual lebih kompetitif, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen untuk terus mendampingi petani dalam menjaga konsistensi mutu secara berkelanjutan. Sinergi antar pemangku kepentingan akan diperkuat agar Indikasi Geografis ini benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat serta semakin mengukuhkan Bondowoso sebagai daerah penghasil beras unggulan di Indonesia.
Beras Sintanur Lembah Raung sendiri merupakan varietas padi unggulan yang ditanam di wilayah khusus di kaki Gunung Raung. Kondisi geografis kawasan ini memberikan nutrisi dan karakteristik unik pada bulir padi, menjadikannya salah satu beras premium yang banyak diminati pasar. (Ke/ha)










