Berkah Senja di Jalan Nias: Toko Sayur Blitar Justru “Diserbu” Warga Menjelang Maghrib

Blitar, serayunusantara.com — Masuknya bulan suci Ramadhan membawa pergeseran unik pada ritme belanja warga di Kota Blitar. Jika biasanya pasar dan toko sayur ramai pada pagi buta, kini geliat ekonomi di toko grosir sayuran segar sepanjang Jalan Nias justru memuncak saat matahari mulai terbenam.

Warga tampak memadati kawasan tersebut demi mendapatkan bahan pangan segar sesaat sebelum waktu berbuka tiba, Sabtu (21/02/2026).

Aktivitas jual beli terpantau mulai melonjak drastis sejak pukul 16.30 WIB. Bahan-bahan seperti cabai, tomat, hingga sayuran hijau seperti bayam dan kangkung menjadi komoditas yang paling diburu untuk diolah menjadi hidangan berbuka maupun persiapan sahur.

Ahmad Fauzi, pemilik toko grosir sayuran di Jalan Nias, mengakui adanya perubahan pola belanja pelanggan yang cukup signifikan. Menurutnya, fenomena sore hari yang sibuk ini menjadi karakteristik khas selama bulan Ramadhan.

“Biasanya kalau hari biasa pembeli ramai pagi sampai siang. Tapi selama Ramadhan, pembeli lebih banyak datang sore hari, terutama menjelang maghrib. Bahkan kadang menjelang adzan, toko masih ramai,” jelasnya mengenai berkah musiman yang ia rasakan.

Baca Juga: Minat Belanja Pakaian Lebaran Mulai Terlihat Sejak Awal Ramadan

Senada dengan hal itu, Nur Aini, salah satu pembeli yang sedang memilah sayuran, mengungkapkan bahwa faktor kesegaran menjadi alasan utamanya memilih berbelanja di sore hari.

“Kalau beli sore, sayurnya masih segar dan bisa langsung dimasak untuk berbuka. Jadi lebih praktis dan kualitasnya juga lebih terjaga,” katanya.

Zainal Arifin, selaku pengamat aktivitas sosial-ekonomi lokal, melihat fenomena ini sebagai bentuk adaptasi masyarakat terhadap ibadah puasa.

“Ramadhan memang mengubah ritme hidup kita.  Bagi pedagang, ini adalah momen emas untuk menjaga kualitas barang agar kepercayaan pelanggan tetap tinggi,” ungkapnya.

Pergeseran waktu belanja ini tidak hanya mencerminkan perubahan kebiasaan masyarakat, tetapi juga memberikan napas segar bagi sektor perdagangan bahan pangan di Kota Blitar. Suasana sibuk di Jalan Nias menjadi bukti bahwa denyut ekonomi lokal tetap berdetak kencang dalam harmoni ibadah di bulan suci. (Fis/Serayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed