Blitar, serayunusantara.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya aktivitas gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Blitar dan sekitarnya. Gempa berkekuatan Magnitudo 2,5 tersebut tercatat terjadi pada Senin malam.
Berdasarkan data pemantauan, titik pusat gempa atau episenter berada di laut pada jarak tertentu dari garis pantai, dengan kedalaman yang masuk dalam kategori dangkal, Senin (09/02/2026).
Meskipun kekuatan gempa tergolong kecil, informasi ini segera dirilis oleh BMKG sebagai bagian dari protokol peringatan dini dan pemantauan aktivitas sesar aktif di wilayah Jawa Timur.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun dampak serius yang dirasakan secara luas oleh masyarakat di daratan.
Pihak berwenang tetap mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak bertanggung jawab.
Baca Juga: Blitar Rawan Gempa, BPBD Ingatkan “5 Langkah Emas” Mitigasi Bencana Saat Getaran Terjadi
Romadon (52), seorang warga yang tinggal di wilayah pesisir selatan Blitar, mengaku tidak terlalu merasakan getaran namun tetap waspada.
“Gempanya kecil, jadi banyak yang tidak sadar. Tapi tips dari saya untuk warga, meskipun kecil kita harus tetap punya tas siaga bencana di rumah. Jangan panik kalau ada info gempa dari BMKG,” ujarnya saat berbincang di teras rumah.
Pihak BMKG terus memantau potensi gempa susulan dan mengingatkan bahwa wilayah pesisir selatan Jawa memang memiliki aktivitas seismik yang cukup tinggi.
Masyarakat diminta untuk selalu memantau informasi resmi melalui kanal-kanal digital BMKG dan tidak menelan mentah-mentah kabar burung yang sering beredar di media sosial pasca-getaran.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga Blitar tentang pentingnya mitigasi bencana mandiri. Kesadaran akan posisi geografis yang berada di jalur pertemuan lempeng diharapkan dapat membangun budaya tanggap bencana yang lebih kuat di tengah masyarakat. (Fis)
























