Blitar, serayunusantara.com – Bupati Blitar, Rijanto, bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menggelar kegiatan Gerakan ASRI sebagai bentuk dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan aksi kurve atau kerja bakti bersama yang melibatkan aparatur sipil negara, pelajar, serta masyarakat sekitar.
Gerakan dimulai dari lingkungan Kantor Kesekretariatan Pemkab Blitar, kemudian dilanjutkan ke area alun-alun depan kantor, sepanjang Jalan Raya Kusuma Bangsa, termasuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) hingga kawasan eks Pasar Kanigoro.
Seluruh peserta tampak antusias membersihkan sampah, merapikan taman, dan menata lingkungan sekitar.
Dalam kesempatannya, Bupati Rijanto menegaskan bahwa Gerakan ASRI merupakan upaya nyata Pemerintah Kabupaten Blitar dalam menindaklanjuti instruksi Presiden terkait pentingnya membangun budaya hidup bersih dan sehat.
Baca Juga: Jumat Berkah, Ada Bagi-bagi Sayuran Gratis untuk Warga dan Pengguna Jalan di Blitar
Menurutnya, gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah konkret untuk mendorong perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Gerakan ini harus menjadi budaya bersama. Kita ingin menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan nyaman, sekaligus memberikan contoh positif kepada masyarakat,” ujar Rijanto.
Sebagai bentuk implementasi berkelanjutan, Pemkab Blitar menjadwalkan kegiatan kurve rutin setiap hari Selasa dan Jumat di lingkungan kantor pemerintahan, sekolah, fasilitas umum, serta kawasan permukiman.
Sementara itu, masyarakat didorong untuk berpartisipasi aktif melalui kerja bakti setiap hari Minggu sebagai wujud gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Selain menjaga kebersihan lingkungan, Rijanto juga mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.
Baca Juga: Penghuni Lama Kecewa, Eksekusi yang Dilakukan PN Blitar Dinilai Janggal
Langkah sederhana tersebut dinilai mampu mengurangi volume sampah, meningkatkan nilai ekonomi limbah, serta menjaga kelestarian lingkungan.
Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar mengaktifkan dan mengoptimalkan keberadaan bank sampah di wilayah masing-masing.
Bank sampah diharapkan menjadi pusat edukasi sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah yang lebih bijak dan produktif.
“Menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah akan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat serta citra daerah yang kita cintai,” tegasnya. (Jun/ha)





















