Cilok yang Jadi Jajanan Primadona Murah Kantong

Blitar, serayunusantara.com Cilok menjadi salah satu jajanan pinggir jalan yang begitu mudah ditemui di berbagai sudut kota, mulai dari depan sekolah hingga area perkantoran.

Bentuknya yang sederhana dan teksturnya yang kenyal membuat siapa pun ingin mencicipinya lagi dan lagi. Keberadaannya seakan menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Saya hampir nggak pernah bisa nolak kalau dengar suara gerobaknya lewat,” ujar Rahmawati seorang ibu yang sedang menunggu pesanan di pinggir jalan.

Ia mengatakan bahwa aroma bumbu kacang yang hangat selalu membawa ingatan masa kecil saat pulang sekolah. Bagi banyak orang, cilok bukan sekadar makanan, tetapi juga kenangan yang membekas.

Baca Juga: Berburu Fashion Murah dan Unik: Blitar Thrift Festival Ramaikan Gedung Aryo Selama Sepekan

Harganya yang terjangkau menjadikan cilok sebagai camilan favorit berbagai kalangan tanpa memandang usia dan latar belakang.

Banyak pelajar membeli cilok sebagai teman pulang sekolah, sementara pekerja menjadikannya pengisi waktu di tengah kesibukan. Setiap tusuk cilok terasa seperti jeda kecil yang menghangatkan hari.

Cilok juga mengalami perkembangan seiring perubahan selera masyarakat. Sekarang kita bisa menemukan cilok isi ayam, isi telur puyuh, keju, hingga versi bakar dengan bumbu pedas manis yang lebih modern. Meski demikian, rasa khas cilok tradisional tetap menjadi primadona dan sulit tergantikan oleh inovasi apa pun.

Bagi para pedagang, cilok bukan hanya sumber rezeki, tetapi juga cara untuk tetap dekat dengan masyarakat.

“Yang penting pembeli senang, saya juga ikut senang,” kata Ahmad Roni, seorang pedagang sambil mengaduk panci kukusan.

Kesederhanaan hubungan antara pedagang dan pembeli ini membuat cilok terasa lebih ‘hidup’ dibanding sekadar makanan biasa. (Ke/ha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *