Lumajang, serayunusantara.com – Mengisi awal tahun 2026 sekaligus libur Tahun Baru, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma turun langsung ke lapangan untuk menyapa masyarakat dan wisatawan. Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Mas Yudha melakukan riding sepeda motor ke sejumlah destinasi wisata pada Kamis (1/1/2026) guna memantau kondisi pariwisata, keamanan, serta pelayanan publik.
Kegiatan ini mencerminkan pola kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat sekaligus upaya Pemkab Lumajang memastikan kesiapan destinasi wisata selama masa libur. Selain melihat tingkat kunjungan, rombongan juga meninjau infrastruktur, pengelolaan kawasan, dan kenyamanan wisatawan dari berbagai daerah.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Situs Selogending di Desa Kandangan, Kecamatan Senduro. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati didampingi jajaran Forkopimda, di antaranya Dandim 0821 Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, Kepala Kejaksaan Negeri Lumajang Ristu Darmawan, Kepala Kemenag Lumajang Achmad Faisol Saifullah, serta Kalapas Kelas IIB Lumajang Agus Salim.
Situs Selogending merupakan peninggalan prasejarah yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya bernilai tinggi. Keberadaan punden berundak, batu menhir, Watu Selogending, dan Watu Wadung Prabu menjadi penanda penting jejak peradaban masa lampau yang masih dijaga melalui kearifan lokal masyarakat setempat. Tata letaknya yang menyerupai Gunung Semeru semakin memperkuat nilai sejarah dan spiritual kawasan tersebut.
Wakil Bupati menegaskan bahwa agenda riding ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana menyerap aspirasi warga serta memastikan kebijakan pemerintah selaras dengan kondisi nyata di lapangan.
Baca Juga: Alat Produksi dan Bibit Kelapa Dorong Kebangkitan Ekonomi Warga Lumajang Pascabencana
“Dengan turun langsung, kami bisa melihat potensi wisata secara riil, mendengar aspirasi masyarakat, sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Lumajang memiliki kekayaan wisata alam dan budaya yang luar biasa dan harus dikelola secara bertanggung jawab,” ujar Mas Yudha.
Selain promosi wisata dan pelestarian budaya, aspek keamanan menjadi fokus utama. Pemkab Lumajang bersama TNI, Polri, dan instansi terkait melakukan langkah antisipatif terhadap potensi kerawanan, kepadatan pengunjung, serta gangguan ketertiban selama libur Tahun Baru agar situasi tetap kondusif.
“Libur awal tahun biasanya diiringi peningkatan mobilitas masyarakat. Sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar masyarakat dan wisatawan merasa aman dan terlindungi,” tambahnya.
Melalui keterlibatan aktif Forkopimda, Pemkab Lumajang berharap libur awal tahun tidak hanya meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga memberikan pengalaman yang aman, nyaman, dan berkesan, sekaligus menegaskan komitmen pembangunan pariwisata berkelanjutan berbasis pelestarian budaya dan keselamatan masyarakat. (Ke/ha)










