Blitar, serayunusantara.com — Dinamika internal terjadi di tubuh organisasi Masyarakat Peduli Blitar (MPB) Kabupaten Blitar.
Salah satu tokoh penggeraknya, Adib Zamhari, secara resmi menyatakan pengunduran dirinya dari jajaran kepengurusan organisasi tersebut.
Keputusan besar ini diambil Adib karena ia merasa arah dan visi perjuangan MPB saat ini sudah tidak lagi sejalan dengan prinsip serta tujuan awal pembentukan organisasi.
Pengunduran diri ini disampaikan secara terbuka untuk menjaga integritas pribadi dan profesionalitasnya sebagai aktivis.
Adib Zamhari menjelaskan bahwa sebuah organisasi harus tetap berada di jalur yang konsisten untuk membela kepentingan masyarakat.
Namun, dalam perjalanannya, ia menemui perbedaan pandangan yang fundamental yang membuatnya memilih untuk mengambil langkah mundur.
“Ya, benar. Saya secara resmi mengundurkan diri dari kepengurusan MPB Kabupaten Blitar. Saya merasa arah organisasi sudah tidak lagi sinkron dengan apa yang saya yakini dan perjuangkan sejak awal,” tegas Adib Zamhari dalam keterangannya.
Meski tidak lagi berada di dalam MPB, Adib menegaskan bahwa dirinya akan tetap berkomitmen untuk mengawal berbagai kebijakan publik dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Blitar melalui wadah atau jalur lain.
Menurutnya, berkhidmat untuk rakyat tidak harus terpaku pada satu organisasi saja.
Surat pengunduran diri tersebut kabarnya telah disampaikan kepada pihak internal organisasi sebagai bentuk tertib administrasi.
Pengunduran diri Adib ini pun memancing perhatian publik Blitar, mengingat kiprahnya yang selama ini cukup vokal dalam menyuarakan kritik dan kepedulian sosial di wilayah Kabupaten Blitar. (Fis/Serayu)












