Blitar, serayunusantara.com – Sebuah potret yang memperlihatkan Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon, Jaenudin Arianatareja, bersama Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba, saat berziarah ke Makam Bung Karno (MBK) pada Selasa (3/3/2026), mendadak viral dan memicu gelombang kritik dari warganet.
Pasalnya, kedua tokoh tersebut tertangkap kamera sedang duduk di atas kursi tepat di depan pusara Sang Proklamator, sebuah pemandangan yang dianggap tidak lazim dan mencederai nilai kesopanan dalam tradisi ziarah di Indonesia.
Ketidakpuasan publik mencuat setelah akun Facebook @Teguh Siswanto membandingkan gestur tersebut dengan tata krama tokoh nasional lainnya.
Ia menyebut bahwa saat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka maupun Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin berkunjung, mereka tetap bersila di lantai sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada tokoh bangsa.
Baca Juga: Sajian Soto Nikmat dan Kurma, Masjid Ar-Rahman Blitar Manjakan Jemaah Buka Puasa Gratis
Menurutnya, tindakan Jaenudin dan Elim yang duduk di kursi justru terlihat seolah-olah sedang menghadapi meja rapat ketimbang sebuah makam keramat. Ia mempertanyakan di mana letak adab seorang bangsawan dan teladan seorang pejabat publik saat berada di area sakral tersebut.
“Sultan Sepuh Jaenudin Arianatareja dan Wakil Wali Kota Blitar duduk di kursi, seakan makam di depannya adalah meja rapat,” tulis Teguh saat mengomentari unggahan di akun @Elim Tyu Samba.
Teguh menyayangkan sikap tersebut, terlebih status Jaenudin yang membawa nama bangsawan dan Elim sebagai pejabat publik. Menurutnya, area MBK seharusnya menjadi tempat di mana adab dan keteladanan dijunjung tinggi.
“Jika benar pejabat publik, bukankah memberikan contoh sikap hormat pada tokoh bangsa itu yang utama? Yang merasa Sultan lupa tata krama, yang punya jabatan lupa memberi teladan,” lanjutnya.
Reaksi Warganet: “Baru Pertama Kali Lihat”
Sentimen serupa juga membanjiri kolom komentar dari akun lainnya. Akun @Sunoto memberikan sindiran keras, sementara akun @Morri secara gamblang mempertanyakan kelaziman ziarah menggunakan kursi.
“Umur 42 tahun, baru kali ini saya tahu ziarah ke makam orang meninggal duduk di kursi?” tulisnya heran.
Baca Juga: Pemkot Blitar Bakal Tambah Lampu Hias di City Walk MBK Guna Percandian Tempat Wisata
Senada dengan itu, akun @Cantikadiah turut mengekspresikan ketidaksukaannya. Ia mengaku terheran-heran melihat momen ziarah yang dilakukan dengan posisi duduk manis di atas kursi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau konfirmasi dari pihak Pemerintah Kota Blitar, apakah agenda itu bagian dari kegiatan resmi terkait polemik tersebut. (jun)






















