Blitar, serayunusantara.com – Memasuki pekan kedua Ramadan 1447 Hijriah, Bazar Takjil di Jalan Kenanga, Kota Blitar, menunjukkan performa ekonomi yang impresif. Berdasarkan data terbaru per Senin (2/3/2026), total perputaran uang di pusat kuliner musiman ini diperkirakan telah menembus angka Rp443 juta sejak dibuka pada 19 Februari lalu.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Parminto, mengonfirmasi bahwa antusiasme masyarakat tetap stabil meski cuaca di wilayah Blitar kerap diguyur hujan pada sore hari.
“Data pelaporan rutin setiap dua hari sekali menunjukkan rata-rata transaksi harian kini merangkak naik. Jika di awal Ramadan rata-ratanya berada di angka Rp35 juta per hari, saat ini sudah menyentuh angka Rp39 juta per hari,” ujar Parminto dalam keterangan resminya.
Berdasarkan catatan Disperindag, fluktuasi transaksi harian sempat tercatat sebagai berikut:
- 19 Februari (Hari ke-1): Rp35 juta.
- 20 Februari (Hari ke-2): Meningkat signifikan hingga lebih dari Rp37 juta.
- 21 Februari (Hari ke-3): Tetap stabil di angka Rp36 juta meski dibayangi hujan.
Baca Juga: Mas Ibin Sebut BTC Jadi Ruang Produksi Gen Z untuk Dorong Ekspor Produk Lokal Blitar
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Bazar Takjil 2026 ini dinilai lebih meriah berkat kehadiran fasilitas Live Musik. Penambahan hiburan ini terbukti efektif memperpanjang waktu kunjungan (dwelling time) warga yang sedang menunggu waktu berbuka (ngabuburit).
Selain itu, program “Bazar Takjil with QRIS” yang digagas bersama Bank Indonesia turut berperan besar dalam mempercepat transaksi. Penggunaan pembayaran digital ini meminimalisir kendala uang kembalian di jam-jam sibuk, yakni antara pukul 17.00 hingga menjelang azan Magrib.
Meski terdapat ratusan titik pedagang takjil mandiri di berbagai sudut Kota Blitar, Jalan Kenanga tetap menjadi magnet utama bagi 270 pedagang yang telah terkurasi dari total 385 pendaftar.
Guna menjamin keamanan konsumen, tim gabungan dari Dinas Kesehatan dan Disperindag secara berkala melakukan uji sampel acak. Hingga berita ini diturunkan, seluruh sampel makanan dan minuman dinyatakan bebas dari zat berbahaya seperti formalin dan boraks.
Pemerintah Kota Blitar memprediksi perputaran uang akan terus meroket hingga mencapai puncaknya pada minggu ketiga dan keempat Ramadan, seiring dengan cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pekerja. Nilai transaksi diproyeksikan bisa menyentuh angka Rp45 – 50 juta per hari pada akhir musim bazar nanti.(San)






















