Blitar, serayunusantara.com – Di tengah derasnya arus transformasi digital, madrasah kini dihadapkan pada tantangan baru: tidak hanya mencetak generasi yang religius, tetapi juga mandiri dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Semangat inilah yang menjadi ruh dalam Seminar Nasional bertajuk “Peran Madrasah dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat di Era Transformasi Digital”, yang diselenggarakan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sayyid Rahmatullah Tulungagung di Kabupaten Blitar, Kamis (30/10/2025).
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah akademisi dan tokoh nasional, termasuk Ir. Endro Hermono, Anggota Komisi VIII DPR RI yang dikenal aktif memperjuangkan penguatan ekonomi umat dan pendidikan keagamaan.
Turut hadir pula Dr. Khoirul Anam selaku Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, serta Dr. Nurul Amin, M.Ag. selaku Kepala Bagian Fakultas. Sementara itu, Dr. Binti Mutafarida, MEI dari UIN Syeikh Wasil Kediri tampil sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya, para narasumber menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan Islam dan perkembangan teknologi digital.
Madrasah diharapkan mampu menjadi wadah inovasi ekonomi berbasis nilai-nilai keislaman, dengan menumbuhkan literasi finansial dan kemampuan adaptasi digital di kalangan santri dan guru.
Sementara itu, Ir. Endro Hermono, dalam sambutannya menyampaikan pesan inspiratif yang menggugah semangat peserta seminar. Ia menegaskan bahwa madrasah harus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kemandirian ekonomi umat, sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Presiden Prabowo telah menegaskan bahwa kemandirian ekonomi bangsa tidak bisa hanya bergantung pada sektor besar, tapi harus dimulai dari akar rumput dari umat, dari madrasah, dari lembaga-lembaga pendidikan Islam. Madrasah harus menjadi pusat lahirnya santri yang cerdas digital, kreatif secara ekonomi, dan berkarakter kebangsaan yang kuat,” ujar Endro Hermono disambut tepuk tangan peserta seminar.
Lebih lanjut, Endro menuturkan bahwa Komisi VIII DPR RI akan terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Agama dan lembaga pendidikan tinggi Islam untuk memperluas akses program pemberdayaan ekonomi umat, termasuk pelatihan wirausaha berbasis pesantren dan digitalisasi madrasah.
“Kita ingin madrasah tidak hanya jadi lembaga tafaqquh fiddin, tapi juga lembaga pencetak pengusaha umat yang membangun ekonomi dari nilai, dari akhlak, dari iman,” tambahnya dengan nada tegas. (FAK/serayu)











