Jakarta, serayunusantara.com – Kontestasi menuju kursi Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2026–2029 mulai menunjukkan dinamika. Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI, Ade Jona Prasetyo, resmi mengambil formulir pendaftaran calon ketua umum pada Jumat (10/4/2026).
Langkah ini menjadi penanda awal persaingan menjelang Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026. Jona menyebut pengambilan formulir tersebut sebagai bentuk komitmennya dalam mendorong peran strategis pengusaha muda dalam pembangunan nasional.
Ia menilai momentum pemilihan ketua umum bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan peluang memperkuat posisi HIPMI sebagai mitra penting pemerintah dalam mendorong agenda pembangunan, termasuk visi Indonesia Emas 2045.
Secara latar belakang, Jona dikenal sebagai pengusaha sekaligus kader Partai Gerindra. Saat ini ia menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra untuk daerah pemilihan Sumatera Utara I periode 2024–2029, serta Ketua DPD Gerindra Sumatera Utara. Ia juga pernah memimpin BPD HIPMI Sumatera Utara pada periode 2021–2024.
Dalam kancah politik nasional, Jona turut berperan sebagai ketua tim kampanye daerah pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden 2024.
Baca Juga: Anggota DPR RI Endro Hermono Serap Aspirasi, Gerindra Klaim Konsisten Bela Rakyat
Ke depan, ia mendorong agar HIPMI tidak hanya menjadi wadah jaringan pengusaha, tetapi berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang mampu memperluas akses permodalan, memperkuat kolaborasi, serta meningkatkan daya saing pengusaha muda di tingkat nasional maupun global.
Munculnya nama Jona dinilai menjadi salah satu sinyal mulai menghangatnya bursa calon Ketua Umum HIPMI. Meski begitu, peta persaingan masih terbuka lebar seiring belum semua kandidat menyatakan diri secara resmi. Munas XVIII HIPMI pun diprediksi menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi ke depan. (Jun)

























