Gatotkaca dan Werkudara Turun ke Aspal Blitar demi Keselamatan Berkendara

Blitar, serayunusantara.com — Pemandangan tidak biasa terlihat di jalanan protokol Kabupaten Blitar. Tokoh pewayangan legendaris, Gatotkaca, tampak muncul di tengah aspal bukan untuk melawan musuh, melainkan untuk mengingatkan pengendara tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Tidak sendirian, aksi ini juga diikuti oleh personel kepolisian yang mengenakan kostum Werkudara—ayah dari Gatotkaca—sebagai bagian dari kampanye kreatif Satlantas Polres Blitar dalam menyambut Operasi Keselamatan, Senin (02/02/2026).

Kehadiran sosok “Ksatria Pringgodani” dan Werkudara ini bertujuan untuk mencairkan suasana kaku saat pemeriksaan kendaraan.

Polisi ingin memberikan pesan bahwa sekuat apa pun seseorang, tidak ada yang memiliki “otot kawat balung wesi” yang kebal terhadap benturan saat kecelakaan di jalan raya.

Melalui pendekatan budaya ini, petugas membagikan pamflet edukasi, helm untuk anak-anak, hingga apresiasi bagi pengendara yang sudah tertib aturan.

Baca Juga: Boncengan Tiga, Siswa SMP di Blitar Tabrak Pohon hingga Akibatkan Dua Nyawa Melayang

Syahrul (42), seorang pengguna jalan yang sempat berinteraksi dengan sosok Gatotkaca dan Werkudara tersebut, memberikan apresiasinya.

“Awalnya kaget ada wayang di lampu merah, ternyata Pak Polisi yang sedang sosialisasi. Kreatif sekali, jadi tidak tegang saat ditegur,” ungkapnya sambil tersenyum.

Data kepolisian menunjukkan bahwa pendekatan persuasif dan unik seperti ini jauh lebih efektif membekas di ingatan masyarakat, terutama bagi kalangan milenial dan anak-anak.

Dengan membawa simbol kearifan lokal ke jalan raya, polisi berharap kedisiplinan berlalu lintas tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan sebuah kebutuhan dan bagian dari budaya sopan santun warga Blitar.

Aksi Gatotkaca dan Werkudara turun ke jalan ini menjadi bukti bahwa edukasi hukum bisa disampaikan dengan cara yang menghibur sekaligus menyentuh sisi emosional warga, demi terciptanya keamanan dan ketertiban lalu lintas yang lebih baik di Bumi Penataran. (Fis/Serayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed