Hadapi El Nino 2026, Pemerintah Klaim Stok Pangan Indonesia Terbesar Sepanjang Sejarah

Makassar, serayunusantara.com – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian memastikan kesiapan nasional dalam menghadapi ancaman fenomena El Nino 2026 dengan dukungan cadangan pangan yang disebut mencapai level tertinggi sejak Indonesia merdeka.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa dampak cuaca panas ekstrem mulai dirasakan di sejumlah wilayah dan berpotensi memengaruhi sektor pertanian. Namun demikian, pemerintah mengaku telah memiliki pengalaman dalam menghadapi kondisi serupa, terutama pada El Nino tahun-tahun sebelumnya.

“Itu El Nino Godzilla kan katanya kering 6 bulan. Tapi, sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino yang dulu, 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman tahun 2015, 2023, 2024,” kata Mentan Amran usai meninjau gudang Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026).

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi Sembilan Kali dalam Sehari, Awan Panas Meluncur 3,5 Kilometer

Dalam peninjauan tersebut, Amran menegaskan bahwa stok beras pemerintah saat ini berada pada posisi sangat kuat. Ia menyebut cadangan beras nasional telah mencapai 4,5 juta ton pada awal April 2026, bahkan diproyeksikan meningkat dalam waktu dekat.

“Sekarang stok kita tertinggi selama merdeka. 4,5 juta. Insya Allah 10 hari, 20 hari ke depan itu 5 juta,” tegasnya.

Tak hanya itu, ketersediaan pangan juga didukung oleh stok yang tersebar di sektor lain, termasuk hotel, restoran, dan katering (Horeka), serta hasil produksi yang masih dalam proses panen.

“Yang kedua adalah yang ada di Horeka (hotel, restauran, kafe/katering) sesuai data kita yang kelola itu 12,5 juta ton. Kemudian standing crop kita yang ditanam sekarang siap panen, itu 11 juta ton. Berarti sudah 23 juta ton,” jelasnya.

Baca Juga: Saat Tentara Ini Ikut Bersihkan Gulma Demi Optimalkan Ketahanan Pangan Kota Blitar

Dengan total ketersediaan tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi hingga hampir satu tahun ke depan, bahkan melampaui periode puncak kekeringan yang diprediksi berlangsung selama enam bulan.

“Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman. Sedangkan kekeringan 6 bulan. Berarti aman kan?” ujar Mentan.

Untuk memperkuat ketahanan pangan, pemerintah juga telah menjalankan berbagai langkah strategis, seperti peningkatan pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, serta perbaikan sistem irigasi guna meningkatkan intensitas tanam.

“Aku tambah pompanisasi. Ya, mudah-mudahan 40 ribu. Jadi, semakin kuat. Jadi, enggak usah khawatir El Nino karena pertahanan kita kuat. Karena kita sudah ada pompanisasi, sudah ada irigasi, kemudian oplah tanah rawa yang kita tanami dulu, kita perbaiki irigasinya, tanam 1 kali, jadi 2 kali, 3 kali,” jelasnya.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Nasional 4-5 April, Jatim Didominasi Berawan hingga Hujan Ringan

Amran juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak khawatir terhadap potensi dampak El Nino, mengingat berbagai langkah mitigasi telah disiapkan pemerintah secara terukur.

“Jadi, sudah aman. Pangan aman,” tegasnya.

Sebagai tambahan, capaian ketahanan pangan ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari petani, aparat keamanan, hingga dukungan lintas sektor yang terlibat dalam menjaga stabilitas produksi dan distribusi pangan nasional.

Menutup pernyataannya, Amran menyebut keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja bersama seluruh elemen bangsa dalam menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

“Beras kita melimpah. Kita syukuri ya, inilah buah gagasan besar Bapak Presiden. Beliau membuat gagasan besar, kita kolaborasi di bawah, bekerja bersama-sama, sehingga hasilnya hari ini kita nikmati, di saat geopolitik memanas, Alhamdulillah kita tenang-tenang saja, harga pangan baik, bahkan kita syukur dan melimpah,” pungkasnya.

Sebagai penutup, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional akan tetap terjaga meski menghadapi tekanan cuaca ekstrem, sekaligus menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed