Tulungagung, serayunusantara.com – Memasuki akhir Februari, bentang lahan pertanian di sejumlah wilayah Kabupaten Tulungagung mulai menunjukkan pemandangan yang menyegarkan. Berdasarkan pantauan lapangan pada Jumat (27/2/2026), sebagian besar area persawahan kini telah tertutup hamparan tanaman padi yang mulai menghijau, menandakan siklus musim tanam berjalan dengan intensif.
Kondisi ini terpantau merata di beberapa titik lumbung pangan Tulungagung, di mana para petani telah menyelesaikan tahapan penanaman sejak beberapa pekan terakhir. Ketersediaan air yang cukup serta cuaca yang relatif mendukung menjadi faktor utama yang mendorong para petani untuk segera mengolah lahan mereka demi menjaga stabilitas pasokan pangan daerah.
Sony Wawan, salah seorang petani setempat, menyatakan bahwa keseragaman masa tanam di wilayahnya bertujuan untuk meminimalisir risiko serangan hama serta memudahkan pengaturan irigasi. Menurutnya, pertumbuhan padi pada musim ini tergolong baik dan diharapkan dapat memberikan hasil panen yang maksimal pada beberapa bulan mendatang.
“Saat ini kondisi padi masih dalam masa pertumbuhan awal. Kami terus memantau pemupukan dan kecukupan air agar tanaman tetap sehat hingga masa bulir nanti muncul,” ujar Wawan saat ditemui di sela aktivitasnya di sawah, Jumat (27/2/2026).
Meskipun optimisme menyelimuti para petani, mereka tetap mewaspadai fluktuasi cuaca yang kerap terjadi di masa peralihan. Upaya perawatan intensif dilakukan untuk memastikan investasi tenaga dan biaya yang telah dikeluarkan dapat berbuah hasil yang sebanding saat musim panen tiba.
“Harapan kami tentu cuaca tetap bersahabat seperti sekarang sampai panen nanti. Kalau pengairan lancar dan tidak ada serangan hama mendadak, insyaallah hasilnya akan memuaskan,” papar Wawan dengan nada optimis sambil menunjukkan hamparan padinya.
Aktivitas pertanian yang masif ini tidak hanya mencerminkan ketahanan pangan lokal, tetapi juga menjadi penggerak roda ekonomi bagi masyarakat perdesaan di Tulungagung. Pemerintah daerah melalui dinas terkait pun diharapkan terus memberikan pendampingan teknis dan memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan lancar.
“Pendampingan dari petugas lapangan sangat kami butuhkan, terutama soal ketersediaan pupuk di saat padi sedang masa pertumbuhan seperti ini,” tutup petani tersebut. (Fin)























