Blitar, serayunusantara.com — Menjelang tibanya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, fluktuasi harga kebutuhan pokok mulai dirasakan warga di Kabupaten Blitar. Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan signifikan adalah cabai.
Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga cabai rawit dan cabai merah besar menunjukkan tren kenaikan akibat meningkatnya permintaan masyarakat yang tidak dibarengi dengan stabilitas pasokan dari tingkat petani, Selasa (10/02/2026).
Data terkini menunjukkan harga cabai rawit di pasaran kini mulai menembus angka yang cukup menguras kantong konsumen.
Selain faktor musiman menjelang hari besar keagamaan, kendala cuaca di beberapa wilayah sentra produksi juga disinyalir menjadi penyebab berkurangnya stok di pedagang.
Hal ini memaksa warga maupun pelaku usaha kuliner untuk memutar otak dalam mengatur pengeluaran harian.
Rita (49), seorang warga yang sedang berbelanja di pasar, mengaku mulai membatasi jumlah pembelian.
Baca Juga: Harga Cabai Anjlok, Diduga Jadi Pemicu Utama Deflasi di Kediri pada Awal 2026
“Ibu-ibu atau pedagang warung, mungkin bisa mulai menyiasati dengan mengolah cabai menjadi sambal botolan atau dikeringkan mumpung kenaikannya belum terlalu ekstrem,” ungkapnya.
Pihak dinas terkait di Kabupaten Blitar terus melakukan pemantauan harga secara berkala untuk memastikan ketersediaan bahan pangan tetap aman hingga Idulfitri mendatang.
Operasi pasar murah menjadi salah satu opsi yang disiapkan jika harga kebutuhan pokok terus melonjak melampaui batas kewajaran.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aksi borong (panic buying) yang justru dapat memperparah kondisi pasar.
Kenaikan harga menjelang Ramadan ini diharapkan dapat segera terkendali melalui koordinasi antara pemerintah daerah dan para distributor.
Kepastian stok dan kelancaran distribusi menjadi kunci utama agar warga Kabupaten Blitar dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa terbebani harga pangan yang melambung tinggi. (Fis/Serayu)







