Blitar, serayunusantara.com – Bagi banyak orang, laptop kini menjadi benda yang mudah dibawa ke mana pun. Bobotnya yang semakin ringan membuat masyarakat merasa lebih leluasa menyelesaikan tugas tanpa harus menetap di satu tempat. “Sekarang bawa laptop rasanya seperti bawa buku tebal saja,” ujar Riko, seorang mahasiswa.
Dalam pandangan masyarakat, laptop bukan sekadar alat elektronik, tetapi penunjang aktivitas sehari-hari. Mengerjakan tugas kuliah bisa dilakukan di kafe, perpustakaan, hingga halte sambil menunggu kendaraan. Kebebasan berpindah tempat ini membuat mereka merasa lebih produktif.
Para pekerja pun merasakan hal yang sama. Mobilitas kerja yang tinggi membuat laptop menjadi rekan setia sepanjang hari.
“Selama ada jaringan internet, pekerjaan bisa beres di mana saja,” kata Wulan, pekerja lepas yang sering bekerja di kedai kopi.
Baca Juga: Kawasan Hulu Selatan Blitar Kian Terbuka, Warga Ingat Banjir 2004, Perhutani Dinilai Abai
Kepraktisan laptop juga memberi rasa aman bagi pengguna yang tidak ingin bekerja di lingkungan yang terlalu ramai.
bisa memilih ruang yang lebih tenang tanpa harus membawa perangkat berat. Dengan begitu, setiap orang punya ruang fleksibel untuk berpikir.
Selain itu, ukuran laptop masa kini yang ramping memudahkan kegiatan perjalanan jauh. Masyarakat dapat tetap terkoneksi dengan pekerjaan ketika bepergian, tanpa harus membawa peralatan besar. Hal ini membuat efisiensi waktu semakin terasa. (Ke/ha)












