Blitar, serayunusantara.com – Langkah mantap Khusna Lindarti terasa istimewa. Di Pendopo Ronggo Hadi Negoro yang penuh saksi sejarah, ia resmi dilantik menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Blitar.
Usai pelantikan, Khusna tidak berbicara panjang lebar. Namun setiap kalimatnya terukur dan sarat makna.
“Jabatan ini bukanlah puncak karier, melainkan amanah pengabdian. Semua butuh koordinasi, komunikasi, dan kerja bersama,” ujarnya.
Ia menyebut fokus utamanya kini adalah mempercepat penyelesaian RPJMD serta menyiapkan APBD tahun mendatang.
Baca Juga: Khusna Lindarti Ukir Sejarah, Jadi Sekda Perempuan Pertama Kabupaten Blitar
Baginya, tanggung jawab Sekda bukan hanya mengatur administrasi, melainkan menjaga ritme pemerintahan agar tetap selaras dengan kebutuhan rakyat.
“Tantangan ke depan bukan sekadar angka atau dokumen. Ini tentang membangun kepercayaan publik terhadap birokrasi,” tegasnya.
Khusna menilai, masyarakat kini semakin menuntut transparansi dan pelayanan cepat, sehingga birokrasi harus beradaptasi tanpa kehilangan sisi kemanusiaan.
“Kami ingin membangun birokrasi yang kolaboratif dan empatik. Pelayanan publik bukan sekadar kewajiban administratif, tapi wujud kasih sayang negara kepada rakyatnya,” katanya.
Dikenal teliti dan berdisiplin tinggi, Khusna memiliki gaya kepemimpinan yang tegas, namun tetap humanis. Ia ingin menanamkan semangat pelayanan dalam setiap aspek kerja aparatur sipil negara di Blitar.
“Saya ingin semangat pelayanan hadir di setiap meja kerja, setiap rapat, dan setiap keputusan yang diambil,” ucapnya penuh keyakinan.
Sosok Khusna Lindarti bukan nama baru di lingkungan pemerintahan Kabupaten Blitar.
Puluhan tahun ia menapaki karier birokrasi dengan konsistensi, dari staf hingga menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan sebelum akhirnya dipercaya menjadi Penjabat Sekda (Pj.), dan kini Sekda definitif.
Kehadirannya menjadi simbol perubahan di tubuh Pemkab Blitar — bahwa perempuan bisa memimpin, mengambil keputusan penting, dan menjadi figur sentral dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Dengan kerja keras, kebersamaan, dan doa, saya yakin Kabupaten Blitar akan semakin berdaya saing dan berjaya,” pungkasnya. (serayu)











