Inovasi Mahasiswa UK Petra Surabaya Ubah Pepaya Jadi Wine Premium

Jatim, serayunusantara.com – Dua mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya berhasil mengolah buah pepaya menjadi minuman wine berkualitas tinggi. Cleary Budiman dan Davin Varian Ikwanto Koean, dari Program Studi Hotel Management, menciptakan inovasi ini sebagai solusi atas melimpahnya hasil panen pepaya di Jawa Timur.

Dari Limbah Jadi Bernilai Tinggi

Desa Sugihwaras di Kediri, yang terletak di lereng Gunung Kelud, dikenal sebagai sentra pepaya berkat tanah vulkaniknya yang subur. Namun, produksi berlebihan sering membuat harga jatuh dan merugikan petani. Melihat masalah ini, kedua mahasiswa tersebut mengembangkan wine pepaya untuk meningkatkan nilai ekonomi buah yang biasanya terbuang sia-sia.

“Kami ingin menciptakan solusi agar pepaya yang tidak laku di pasar bisa diolah menjadi produk bernilai lebih tinggi,” ujar Cleary, Selasa (25/3/2025).

Pepaya Bangkok, Pilihan Terbaik

Setelah menguji berbagai jenis pepaya, termasuk California dan Hawaii, mereka menemukan bahwa pepaya Bangkok memberikan hasil terbaik. Wine dari pepaya ini memiliki rasa manis seimbang, keasaman rendah, tekstur halus, dan kadar alkohol sekitar 12%—sesuai standar wine komersial.

“Pepaya Bangkok menghasilkan wine dengan aroma alkohol yang lebih halus dan cita rasa yang unik,” jelas Davin, yang memiliki ketertarikan di bidang Food and Beverage.

Baca Juga: Pansus Sebut LKPj Gubernur Jatim Tahun 2024 Layak Dibahas Lebih Lanjut

Proses Pembuatan yang Teliti

  1. Persiapan: Pepaya dikupas, bijinya dibuang, lalu diblender dengan air (perbandingan 1:1).
  2. Fermentasi: Hasil blenderan disaring, ditambahkan gula dan ragi Saccharomyces cerevisiae, lalu difermentasi selama 14 hari.
  3. Penyempurnaan: Wine disaring kembali dan diendapkan dalam botol selama 7 hari sebelum siap diminum.

Produk ini dijual seharga Rp150.000 per botol (750 ml).

Dampak Positif bagi Masyarakat

Hanjaya Siaputra, dosen pembimbing, berharap inovasi ini dapat membantu petani di Desa Sugihwaras mengelola hasil panen secara lebih menguntungkan.

“Kami ingin teknologi sederhana ini bisa diterapkan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan mereka,” ucap Hanjaya.

Dengan kreativitas ini, pepaya tidak hanya menjadi buah konsumsi biasa, melainkan juga bahan baku minuman premium yang menjanjikan. (Serayu) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *