Kejar Pelipatgandaan Pahala, Aktivitas Dzikir dan Iktikaf di Masjid Kota Blitar Meningkat

Blitar, serayunusantara.com – Memasuki fase pertengahan menuju sepuluh malam terakhir Ramadan, atmosfer religius di sejumlah masjid besar di Kota Blitar terpantau semakin kental. Lonjakan jemaah yang melakukan aktivitas dzikir dan iktikaf meningkat drastis dibandingkan hari-hari biasanya, menciptakan pemandangan kekhusyukan yang memenuhi ruang-ruang ibadah hingga larut malam.

Berdasarkan pantauan pada Kamis (26/2/2026), para jemaah tampak memenuhi shaf-shaf masjid untuk berdiam diri (iktikaf) sembari melantunkan dzikir dan membaca Al-Qur’an. Tren peningkatan ini mulai terlihat sejak masuknya waktu isya hingga menjelang waktu sahur, di mana masyarakat dari berbagai kalangan usia datang untuk memaksimalkan ibadah di bulan suci.

Sarmaji, selaku takmir masjid setempat, membenarkan adanya peningkatan signifikan jumlah jemaah yang memilih menghabiskan waktu di masjid. Menurutnya, fenomena ini didasari oleh keinginan kuat umat Muslim untuk meraih keutamaan Ramadan yang menjanjikan pelipatgandaan pahala.

Baca juga: Ngaji Kilat Ramadan: Tradisi Berburu Berkah Ilmu di Pesantren Blitar

“Aktivitas dzikir dan iktikaf tahun ini memang terpantau lebih banyak dilakukan jemaah saat Ramadan. Semangat warga sangat tinggi, terutama dalam upaya mengejar kelipatgandaan pahala dan sebagai momentum untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan,” ujar Sarmaji saat ditemui di sela kesibukannya mengawal kegiatan masjid, Kamis (26/2/2026).

Pihak pengelola masjid pun telah melakukan berbagai persiapan untuk menunjang kenyamanan para jemaah, mulai dari penyediaan fasilitas kebersihan yang lebih intensif hingga ketersediaan air minum bagi jemaah yang berdiam diri hingga dini hari. Sarmaji menambahkan bahwa pihak takmir merasa bersyukur melihat antusiasme masyarakat yang menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan spiritual utama.

“Kami berupaya memfasilitasi setiap warga yang datang agar mereka bisa beribadah dengan tenang. Harapannya, kekhusyukan ini bisa terus terjaga, tidak hanya sebagai rutinitas tahunan, tetapi menjadi transformasi batin bagi setiap individu,” tambahnya. (Fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *