Kembar Mayang, Doa yang Mengiringi Langkah Pengantin Jawa

Blitar, serayunusantara.com –  Bagi banyak warga yang terlibat dalam prosesi adat, kembar mayang selalu dianggap sebagai tanda kesucian niat dalam sebuah pernikahan.

Mereka melihatnya sebagai simbol bahwa dua hati siap melangkah bersama dengan tujuan yang sama. Seorang warga pernah berkata bahwa kembar mayang adalah “rangkaian yang menyimpan doa untuk ketenangan rumah tangga.”

Masyarakat memaknai bentuknya yang berpasangan sebagai simbol keseimbangan. Dua rangkaian itu menggambarkan bahwa pernikahan bukan hanya soal cinta, tetapi juga kemampuan saling menopang.

Karena itu, kehadiran kembar mayang membuat suasana panggih terasa lebih sakral dan damai.

Setiap unsur yang digunakan dipercaya memiliki pesan tersendiri. Janur melambangkan kelenturan hati, sementara bunga-bungaan yang disematkan mengandung harapan akan keindahan dalam rumah tangga. Rangkaian ini menjadi salah satu cara masyarakat menyampaikan doa tanpa perlu banyak kata.

Baca Juga: Jalur Lintas Selatan, Jalan yang Mendekatkan Pantai-pantai Indah di Blitar

Bagi perajin janur dan para tetua adat, kembar mayang adalah warisan yang harus dijaga maknanya. Mereka merangkainya dengan hati-hati karena setiap detail dianggap membawa nilai filosofis. Tradisi ini mengajarkan bahwa pernikahan memerlukan ketulusan, kesabaran, dan keindahan.

Setelah prosesi selesai, kembar mayang biasanya dilepaskan ke alam sebagai simbol pembebasan halangan. Tradisi ini memberi kesan bahwa pasangan pengantin dibiarkan memulai langkah baru tanpa beban. Harapannya, rumah tangga mereka berjalan lancar dan penuh keberkahan. (Ke/ha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *