Surabaya, serayunusantara.com – Sektor industri kulit di Jawa Timur mendapatkan dorongan baru melalui penguatan kerja sama bilateral dengan Australia. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar RI untuk Australia, Siswo Pramono, di Gedung Negara Grahadi pada Rabu (1/4/2026).
Pertemuan diplomatik ini menjadi momentum strategis untuk mendorong kebangkitan industri kulit nasional yang selama ini menghadapi tantangan keterbatasan pasokan bahan baku serta tuntutan standar kualitas pasar ekspor internasional.
Jawa Timur selama ini dikenal sebagai pusat industri kulit nasional. Sentra-sentra produksi tersebar di Sidoarjo, Magetan, dan Pasuruan, mencakup kegiatan penyamakan kulit hingga produksi alas kaki, tas, dan berbagai produk turunan lainnya.
Baca Juga: Final Four Proliga 2026 Resmi Bergulir di Surabaya, Delapan Tim Terbaik Siap Bertarung
Kerja sama dengan Australia diharapkan mampu membuka akses investor asing untuk masuk ke sektor pengolahan domestik, sehingga industri kulit Indonesia bisa meningkatkan kapasitas dan daya saingnya di pasar global.
Gubernur Khofifah menyambut baik peluang ini. “Ini peluang besar untuk memperkuat rantai pasok industri kulit kita. Dukungan bahan baku menjadi kunci agar produksi bisa terus berkembang,” ujarnya.
Data menunjukkan bahwa iklim investasi di Jawa Timur terus membaik. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) di provinsi ini mencatat pertumbuhan sebesar 6,66 persen, menandakan kepercayaan investor yang semakin kuat terhadap potensi ekonomi Jatim.
Kehadiran Dubes RI untuk Australia ini diharapkan menjadi pembuka jalur diplomatik baru bagi perluasan ekspor produk kulit Jawa Timur, tidak hanya ke pasar Australia tetapi juga ke pasar global yang lebih luas. (Ko/serayu)

























