Ketersediaan Air untuk Lahan Pertanian jadi Perhatian DKPP Kabupaten Blitar

Kabid Prasarana DKPP Kabupaten Blitar Mat Safi’i saat meninjau irigasi. (Dok. DKPP Kabupaten Blitar)

Blitar, serayunusantara.com – Negara Indonesia saat ini sedang mengalami darurat pangan. Persoalan ini ternyata tidak hanya dialami Indonesia saja, melainkan juga negara-negara lain di luar negeri. Tidak hanya itu, sejumlah negara juga mengalami bencana kelaparan.

Hal itu disampaikan oleh Kabid Prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar Mat Safi’i saat menceritakan permasalahan pertanian, terutama terkait pengairan lahan pertanian di Kabupaten Blitar, Sabtu, 30 Maret 2024.

Mat Safi’i menyampaikan, permasalahan pangan yang melanda tanah air disebabkan merosotnya produksi pangan. Terkhusus di tanah air, produksi pangan menurun selama setahun terakhir. Bencana alam yang terjadi berpengaruh terhadap produksi pangan.

“Karena kita tahun 2022 kemarin mengalami el-nino, yang merupakan kemarau panjang. Kalau biasanya di Blitar akhir tahun mengalami hujan, tapi kemarin malah kemarau. Itu yang menyebabkan produksi padi menurun,” katanya.

Ketersediaan Air

Dia menyampaikan permasalahan lain yang menjadi penyebab merosotnya produksi pangan, yakni ketersediaan air di permukaan yang sedikit. Dulu ketersediaan air di permukaan sangat melimpah, namun kini semakin lama semakin berkurang.

Menurutnya, keadaan ketersediaan air itu sudah dipengaruhi sejak dari hilir, yakni di sumber-sumber mata air. Kalau biasanya ada komoditas tanaman tahunan yang mendominasi, namun jumlahnya terus berkurang. Tanaman tahunan kini beralih jadi tanaman tebu, yang fungsinya bukan untuk memperbanyak ketersediaan air.

Baca Juga: Penyuluh Pertanian di Kabupaten Blitar Diberi Bimbingan oleh Asesor Agar Dapat Sertifikasi 

Padahal, kata dia, dari segi komoditas tanaman pangan yang paling banyak membutuhkan air adalah padi. Tanaman tersebut adalah komoditas pangan utama di tanah air. Padi sangat membutuhkan banyak air pada saat masa tanam dan masa-masa awal pertumbuhan.

“Solusinya adalah melakukan konservasi di sumber-sumber mata air. Jadi kita semacam melakukan penawaran kepada pemangku kebijakan di daerah terkait,” ungkapnya.

Kabid Prasarana DKPP Kabupaten Blitar, Mat Safi’i. (Foto: Reyda Hafis/Serayu Nusantara)

Selain itu, DKPP Kabupaten Blitar juga membuat sumur dangkal, sehingga bisa menciptakan sumber-sumber mata air. Upaya lain yang bisa ditempuh dengan cara membuat embung yang bisa digunakan untuk mengaliri pengairan sawah.

“Karena embung ini bisa menjadi cadangan air yang bisa digunakan sewaktu-waktu,” ujarnya.

Kemudian, upaya lain yang dilakukan DKPP Kabupaten Blitar, dengan cara membuat jaringan irigasi tersier. Jaringan irigasi yang rusak juga akan diperbaiki untuk memperlancar aliran air.

“Karena kalau permukaannya masih tanah, banyak air yang terserap kemana-mana tidak teraliri ke saluran irigasi,” katanya. (adv/jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *