Blitar, serayunusantara.com — Pameran seni rupa bertajuk “Mantra Ibu” yang berlangsung di Blitar Art Center (BAC) tidak hanya menjadi magnet wisata akhir tahun, tetapi juga panggung unjuk gigi bagi puluhan perupa berbakat.
Pameran yang digelar sejak 27 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026 ini melibatkan kurasi ketat terhadap karya-karya yang mampu merepresentasikan kekuatan doa dan kasih sayang seorang ibu dalam berbagai sudut pandang artistik.
Daftar seniman yang berpartisipasi dalam pameran ini merupakan perpaduan antara maestro senior dan seniman muda potensial dari wilayah Blitar Raya serta beberapa kota tetangga seperti Kediri dan Malang.
Nama-nama besar di kancah seni rupa lokal seperti Budi Santoso, Agus “Gondrong” Wijaya, Retno Arisanti, hingga perupa kontemporer Arif “Bopeng” Kurniawan turut memajang karya terbaik mereka.
Selain itu, pameran ini juga memberikan ruang bagi perupa perempuan seperti Larasati Dewi dan Siska Pratama yang memberikan sentuhan emosional yang kuat pada karya instalasi bertema keibuan.
Aris Setiawan (48), salah satu koordinator seniman pameran, menjelaskan bahwa keberagaman latar belakang seniman sengaja dipilih untuk memperkaya perspektif tema “Mantra Ibu”.
Ia menjelaskan, pihaknya tidak ingin tema ini hanya dilihat dari sisi melankolis saja. Melalui daftar seniman ini, pengunjung bisa melihat ‘Mantra Ibu’ dalam bentuk abstrak, realis, bahkan surealis.
“Ada sekitar 25 seniman yang terlibat, dan masing-masing membawa karakter uniknya ke galeri ini,” ujar Aris saat ditemui di area pameran, Kamis, (01/01/2026).
Partisipasi para seniman ini diharapkan mampu membangkitkan ekosistem seni rupa di Blitar agar semakin bergairah.
Selain itu, interaksi antara seniman lintas generasi dalam satu ruang pameran menjadi sarana transfer ilmu yang sangat berharga bagi perkembangan kreativitas di masa depan.
Libria (22), seorang pengunjung yang sedang mencatat daftar karya, mengaku kagum dengan kurasi seniman kali ini.
“Banyak nama baru yang karyanya luar biasa berani. Tapi melihat karya perupa senior yang sudah matang juga memberi ketenangan tersendiri. Ini kolaborasi yang sangat pas,” tuturnya sembari mengamati lukisan karya Agus Wijaya.
Bagi masyarakat yang belum sempat berkunjung, pameran ini masih akan dibuka hingga lima hari ke depan. (Fis/Serayu)











