Kediri, serayunusantara.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri secara tegas menempatkan sektor pertanian sebagai pilar utama dalam rencana pembangunan daerah.
Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program swasembada pangan yang menjadi agenda strategis nasional.
Pemkab berkomitmen untuk memperkuat ekosistem pertanian dari hulu ke hilir guna memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga serta meningkatkan taraf hidup para petani di Bumi Panjalu, Selasa (03/02/2026).
Kebijakan prioritas ini mencakup berbagai aspek, mulai dari percepatan modernisasi alat mesin pertanian (alsintan), perbaikan infrastruktur irigasi, hingga penyediaan bibit unggul dan pupuk yang lebih terjangkau.
Selain itu, Pemkab Kediri juga mendorong adanya digitalisasi pemasaran produk tani agar para petani lokal mampu menembus pasar yang lebih luas dengan harga yang kompetitif.
Arif (48), seorang petani jagung di wilayah Kediri, menyambut positif fokus pemerintah daerah ini.
Baca Juga: Perkuat Persatuan: Pemkab Kediri Gandeng Seluruh Pihak Bekerja Maksimal Tanpa Pandang Golongan
“Kami sangat bergantung pada kelancaran air dan ketersediaan pupuk. Kalau pertanian jadi prioritas, harapannya masalah-masalah di lapangan bisa cepat tertangani,” ujarnya optimis.
Data dari dinas terkait menunjukkan bahwa Kabupaten Kediri memiliki potensi lahan yang sangat luas dan subur untuk berbagai komoditas unggulan.
Dengan menjadikan sektor ini sebagai prioritas, Pemkab tidak hanya mengejar target produksi, tetapi juga berupaya menciptakan kemandirian pangan di tingkat daerah sehingga tidak rentan terhadap fluktuasi harga di pasar global.
Melalui keberpihakan pada sektor pertanian, Kabupaten Kediri optimis dapat menjadi lumbung pangan andalan di Jawa Timur, sekaligus membuktikan bahwa sektor tradisional jika dikelola dengan manajemen modern mampu menjadi penggerak ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan. (Fis/Serayu)













