Teheran, serayunusantara.com – Perang yang melibatkan Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel, yang telah memasuki hari kelima pada Rabu (4/3/2026), memberikan dampak langsung dan serius pada sektor penerbangan sipil serta keamanan wilayah udara di seluruh kawasan Timur Tengah.
Infrastruktur transportasi udara kini menjadi sasaran dalam gelombang serangan yang terus meningkat.
Serangan Terhadap Bandara dan Hub Internasional Infrastruktur penerbangan di ibu kota Iran dilaporkan mengalami kerusakan signifikan. Israel mengumumkan serangan udara “gelombang besar” yang menyasar Teheran, di mana media lokal melaporkan adanya serangan yang “menghantam salah satu dari dua bandara di Teheran,” disertai kepulan asap di pusat kota.
Ancaman terhadap keselamatan penerbangan juga meluas hingga ke negara-negara tetangga di kawasan Teluk. Qatar melaporkan bahwa mereka telah “mencegat rudal yang mengarah ke Bandara Internasional Hamad di Doha,” yang merupakan salah satu pusat penerbangan internasional tersibuk di dunia.
Baca Juga: Perang AS dan Israel Lawan Iran Kini Meluas ke Kawasan Teluk
Ketidakpastian keamanan memaksa sejumlah negara untuk mencari rute alternatif dan izin penggunaan ruang udara darurat bagi misi evakuasi:
Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, telah meminta izin kepada pemerintah Oman untuk menggunakan wilayah udara mereka guna mengevakuasi warganya. Anand menegaskan, “Prioritas utama kami saat ini adalah 100.000 warga Kanada yang berada di wilayah tersebut,” dan meminta akses udara Oman “jika perlu”.
Wilayah udara Yordania juga menjadi jalur perlintasan rudal. Pemerintah Yordania melaporkan telah beberapa kali “berhasil mencegat atau menembak jatuh rudal yang diluncurkan dari Iran”yang melintasi wilayah mereka.
Evakuasi WNI melalui Azerbaijan: Akibat terganggunya jalur penerbangan normal di Iran, Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah evakuasi darurat.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyatakan telah memerintahkan dubes di Teheran untuk mengambil langkah evakuasi segera. Untuk tahap awal, 15 WNI akan dievakuasi melalui “Kota Baku di Azerbaijan” sebagai titik transit keluar.
Di tengah intensnya pertempuran, Presiden AS Donald Trump mengeklaim bahwa kekuatan udara dan pertahanan Iran telah hancur total. Dalam pernyataannya di media sosial, Trump menulis: “Pertahanan udara mereka, angkatan udara, angkatan laut, dan kepemimpinan mereka sudah hilang. Mereka ingin berbicara. Saya katakan: terlambat!”.
Namun, tingginya aktivitas militer di udara juga membawa risiko bagi armada koalisi. Dilaporkan adanya insiden “pesawat tempur AS yang tembak Iran jatuh di area kilang Kuwait” pada awal pekan ini.
Situasi diperkirakan akan tetap kritis bagi penerbangan sipil, mengingat peringatan dari jenderal Garda Revolusi Iran (IRGC) bahwa jika pusat-pusat utama Iran terus diserang, maka “semua pusat ekonomi di kawasan akan menjadi target,” yang mencakup infrastruktur transportasi dan energi di negara-negara tetangga. (ha)





















