Lampaui Target Tahun Lalu, Bupati Gatot Sunu Dorong Percepatan Pendapatan PBB-P2 2026

Tulungagung, serayunusantara.com Prestasi membanggakan diraih Pemerintah Kabupaten Tulungagung setelah penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sepanjang tahun 2025 berhasil menembus angka di atas 100 persen.

Kendati demikian, Bupati Tulungagung, Gatot Sunu Wibowo, menginstruksikan jajarannya untuk segera bergerak cepat demi mengamankan target pendapatan daerah di tahun 2026.

Dalam pertemuan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Jumat (6/2/2026), Bupati Gatot Sunu menekankan pentingnya akselerasi distribusi Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) dan efektivitas pemungutan pajak di lapangan.

Kesuksesan tahun lalu diharapkan menjadi standar minimal yang harus dipertahankan.

Baca Juga: Percepat Pembangunan, Pemkab Tulungagung Pertimbangkan Skema Obligasi Daerah

Bupati menggarisbawahi bahwa efisiensi waktu dalam penyampaian SPPT kepada warga adalah faktor krusial. Ia memberikan peringatan keras kepada seluruh kepala desa untuk segera mendistribusikan dokumen pajak tersebut tanpa penundaan.

“Begitu SPPT diterima di desa, segera sampaikan kepada masyarakat. Semakin cepat sampai, semakin cepat pula kesadaran warga untuk membayar,” tegasnya.

Pengawasan Ketat dan Integritas Petugas

Guna memastikan kelancaran proses, pengawasan di tingkat kecamatan kini diperketat. Kasi Pemerintahan Kecamatan diwajibkan melakukan monitoring harian terhadap capaian pembayaran.

Setiap hambatan yang ditemui di lapangan diharapkan segera dilaporkan agar mendapatkan solusi cepat demi kelancaran arus kas daerah.

Baca Juga: Percepat Pembangunan, Pemkab Tulungagung Pertimbangkan Skema Obligasi Daerah

Selain masalah teknis, Bupati Gatot Sunu memberikan atensi khusus pada aspek moralitas para aparatur sipil negara dan petugas pajak. Ia mengingatkan bahwa dana yang dihimpun adalah mandat dari rakyat yang harus dikelola dengan kejujuran tinggi.

“Pajak adalah amanah masyarakat. Tidak boleh ada penyalahgunaan ataupun penundaan penyetoran. Kepercayaan publik terhadap pembangunan sangat ditentukan oleh integritas aparatur,” ujarnya.

Pajak untuk Pembangunan

Di akhir arahannya, Bupati mengajak warga Tulungagung untuk terus disiplin dalam menunaikan kewajiban pajaknya. Ia mendorong adanya pendekatan yang edukatif dan santun agar masyarakat mengerti bahwa kontribusi mereka memiliki dampak langsung pada kemajuan daerah.

“Setiap rupiah pajak akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan jalan, layanan kesehatan, dan infrastruktur lainnya. Mari kita tunjukkan hasil kerja nyata agar masyarakat bangga berkontribusi membangun Tulungagung yang lebih maju,” pungkasnya. (Ke/ha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *