Blitar, serayunusantara.com – Bagi banyak orang, makan lesehan bukan hanya tentang menyantap hidangan, tetapi juga merasakan suasana hangat yang jarang didapatkan di meja makan biasa.
Duduk beralaskan tikar membuat jarak antarorang terasa lebih dekat. Seorang warga pernah berkata, “Kalau lesehan itu rasanya lebih akrab, seperti makan di rumah sendiri.”
Masyarakat melihat makan lesehan sebagai cara untuk kembali pada kesederhanaan. Tanpa kursi dan meja tinggi, orang merasa lebih santai dan bebas.
Hal sederhana ini justru membuat setiap suapan terasa lebih nikmat, seolah makanan punya sensasi berbeda ketika dinikmati sambil duduk rendah.
Tak sedikit keluarga memilih lesehan saat berkumpul karena suasananya lebih mencairkan percakapan. Anak-anak bisa bergerak lebih leluasa, dan orang dewasa bisa berbagi cerita tanpa canggung. Kebersamaan yang terbangun membuat hidangan apa pun terasa istimewa.
Baca Juga: Waspada Musim Liburan, Polisi Blitar Imbau Pemilik Motor Kunci Dobel Jelang Nataru
Selain itu, makan lesehan membuat banyak orang merasa lebih terhubung dengan budaya lokal.
Cara duduk, cara menyusun makanan, hingga suara riuh di sekeliling menjadi bagian dari pengalaman. Semua unsur tersebut berpadu menciptakan kenikmatan yang tak hanya dirasakan oleh lidah, tetapi juga oleh hati. (Ke/ha)













