Malang, serayunusantara.com – Minggu pagi yang biasanya tenang di Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan, berubah menjadi hari yang tak akan dilupakan. Warga yang tengah beraktivitas di kebun tebu dikejutkan oleh pemandangan mengerikan, sesosok tubuh perempuan hangus terbakar di antara batang tebu yang masih basah oleh embun.
Beberapa jam kemudian, kepolisian memastikan identitas korban: Ponimah, 42 tahun, warga Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjingwetan.
Ia dikenal sebagai sosok sederhana, ramah, dan pekerja keras. Tak ada yang menyangka hidupnya akan berakhir dengan cara sekejam itu.
Namun di balik kebisuan kebun tebu itu, jejak pelaku mulai terungkap. Dalam waktu kurang dari 24 jam, polisi menangkap FA (54), warga Desa Krebet, Bululawang, yang ternyata adalah suami siri Ponimah.
“Dari hasil penyelidikan, korban diduga dibunuh di rumah pelaku pada malam hari, lalu jasadnya dibawa ke kebun tebu dan dibakar untuk menghilangkan jejak,” tutur Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo, Selasa (14/10).
Baca Juga: Ayo Ikuti Khitan Massal di Malang, Pendaftaran Masih Dibuka
Perjalanan menuju pengungkapan kebenaran berlangsung cepat. Polisi menelusuri laporan orang hilang yang diajukan keluarga Ponimah sehari sebelumnya, memeriksa lokasi kejadian, hingga menelusuri rekaman CCTV. Di salah satu video, terekam truk kuning milik FA melintas menuju arah Gedangan. Itu menjadi titik terang.
“Pelaku kami amankan di rumahnya tanpa perlawanan,” kata Kasatreskrim Polres Malang AKP Muchammad Nur. “Kami juga menyita truk Mitsubishi kuning, balok kayu, handuk merah, dan pakaian korban sebagai barang bukti.”
Motif di balik pembunuhan ini masih didalami. Dugaan awal mengarah pada persoalan pribadi antara FA dan Ponimah. Hubungan yang semula dijalani diam-diam, namun berakhir dengan kemarahan dan kekerasan.
Di sisi lain, keluarga korban masih tenggelam dalam duka. Mereka tak menyangka laporan kehilangan yang diajukan pada Sabtu (11/10) akan berujung pada kabar memilukan di keesokan harinya.
“Kasus ini sangat kami dalami karena termasuk pembunuhan berencana,” ujar AKP Muchammad Nur. “Kami ingin memberikan keadilan seutuhnya bagi korban.”
Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menambahkan bahwa tim penyidik masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
“Kami berharap hasilnya segera keluar agar semua jelas. Doa kami untuk almarhumah dan keluarga yang ditinggalkan.” (Serayu)








