Blitar, serayunusantara.com — Saat deru mesin kendaraan di Jalan Mawar mulai melandai dan pedagang sayur di lantai bawah mulai berkemas, kehidupan di lantai dua Pasar Legi Kota Blitar justru baru saja dimulai.
Di balik fasad bangunan pasar yang tampak kaku, tersembunyi sebuah ruang bagi para pencari ketenangan dan penikmat estetika: sebuah sudut ngopi yang kini santer disebut sebagai “titik kalcer” paling artistik di Bumi Bung Karno, Kamis (12/02/2026).
Menaiki anak tangga pasar yang temaram, pengunjung akan langsung disambut oleh pemandangan yang kontras.
Jauh dari kesan pasar yang kumuh, dinding-dinding kusam di lantai dua ini telah “bernyawa” kembali melalui sentuhan tangan-tangan kreatif.
Mural-mural bercerita, coretan grafiti yang tegas, hingga sketsa wajah yang artistik menghiasi setiap sudut, menciptakan atmosfer serupa galeri seni jalanan yang tersembunyi di ketinggian.
Shokibul (23), seorang warga yang sering menghabiskan malam di sana, tampak asyik memandangi salah satu mural sambil menyesap kopi hitamnya.
“Ngopi di sini itu rasanya beda. Kita seperti sedang berada di dalam pameran seni tapi suasananya tetap santai ala pasar. Kalau ke sini, bawa kamera atau HP dengan memori lega,” ujarnya sambil tersenyum tipis.
Cahaya lampu kuning yang menggantung rendah menciptakan bayangan dramatis pada karya-karya di dinding, memberikan kesan hangat yang akrab.
Musik berirama rendah yang mengalun dari sudut kedai berpadu dengan aroma biji kopi yang baru digiling, seolah membilas penat warga yang ingin lari sejenak dari rutinitas.
Tempat ini bukan sekadar tempat transaksi kafein, melainkan ruang temu bagi para seniman, mahasiswa, hingga pekerja kreatif Blitar untuk bertukar ide.
Keberadaan tempat ngopi artistik di Pasar Legi ini membuktikan bahwa ruang publik yang sering terlupakan bisa bertransformasi menjadi pusat kebudayaan baru jika disentuh dengan kreativitas.
Malam semakin larut, namun diskusi-diskusi kecil di bawah bayang-bayang mural masih terus mengalir, membuktikan bahwa napas kesenian Blitar tetap berdenyut kencang, bahkan di tempat yang tak terduga seperti lantai dua pasar. (Fis/Serayu)

























