Mengapa Pakaian Hitam Kurang Cocok Dipakai Saat Siang Terik?

Blitar, serayunusantara.com “Kalau siang-siang pakai kaos hitam, rasanya panasnya dobel,” ujar Santi, seorang penjual minuman yang sering beraktivitas di bawah matahari. Ia merasakan tubuhnya lebih cepat gerah saat mengenakan warna gelap.

Bagi banyak masyarakat, pakaian hitam memang terlihat keren dan praktis. Namun ketika dipakai di tengah panas, warna ini justru menyerap cahaya matahari lebih banyak. Akibatnya, tubuh menjadi cepat berkeringat dan merasa tidak nyaman.

Rudi, pengendara ojek online, mengatakan bahwa ia selalu menghindari warna hitam saat bekerja siang hari. “Kalau pakai hitam, panasnya kayak nembus ke kulit. Kerja jadi lebih capek,” tuturnya sembari tersenyum kecil.

Beberapa warga juga mengaku memilih warna terang karena lebih sejuk saat dipakai. Warna seperti putih atau krem memantulkan cahaya sehingga membantu tubuh tetap stabil. Pilihan ini membuat aktivitas luar ruangan terasa lebih ringan.

Baca Juga: Ratusan Ribu Hektare Hutan di Blitar Diserobot Juragan Tebu, Negara Rugi Ratusan Miliar

Selain itu, suhu tubuh yang meningkat akibat pakaian hitam dapat mempengaruhi energi seseorang. Tubuh yang panas mudah lelah sehingga mengurangi fokus saat bekerja atau beraktivitas. Banyak orang merasakan penurunan semangat hanya karena salah memilih warna pakaian.

Meski begitu, sebagian masyarakat tetap menyukai warna hitam karena terlihat rapi dan mudah dipadukan. Mereka biasanya mengakalinya dengan memilih bahan yang tipis dan adem.

“Tetap bisa pakai hitam kok, asal bahannya ringan,” ujar Laila, seorang karyawan toko.

Pada akhirnya, kenyamanan menjadi alasan utama masyarakat dalam memilih pakaian untuk siang hari.

Warna terang sering menjadi pilihan karena membantu tubuh tetap segar. Sementara warna hitam lebih cocok dipakai saat sore atau malam ketika matahari tidak terlalu menyengat. (Ke/ha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *